Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai platform media sosial yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, salah satunya adalah TikTok. Sebagai media berbagi video singkat, TikTok menawarkan hiburan instan yang terus diperbarui setiap detiknya. Namun, di balik daya tarik tersebut, muncul pertanyaan penting Apa dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap hubungan keluarga?
Fenomena yang kini banyak dikeluhkan oleh para konselor keluarga dan psikolog adalah semakin renggangnya komunikasi dalam rumah tangga akibat kecanduan media sosial, khususnya TikTok. Waktu berkualitas yang seharusnya dimiliki bersama keluarga tergantikan dengan layar ponsel yang terus menyala dari pagi hingga malam.
Media modern dapat menjadi bumerang jika tidak dimanfaatkan secara bijak. Ia menegaskan bahwa media yang seharusnya menjadi sarana menyebarkan kebaikan justru bisa memecah belah rumah tangga bila hanya digunakan untuk kesenangan pribadi.[1]
- Kurangnya Interaksi Emosional
Salah satu dampak negatif yang nyata dari penggunaan TikTok secara berlebihan adalah menurunnya intensitas komunikasi antaranggota keluarga. Banyak pasangan yang lebih sibuk menonton atau membuat konten dibanding berdialog dengan pasangannya. Hal ini dapat menciptakan jarak emosional dan memicu kesalahpahaman yang berujung pada konflik.
- Pembandingan dan Ketidakpuasan
Konten di TikTok yang cenderung menampilkan kehidupan “sempurna” dengan rumah mewah, pasangan romantis, dan gaya hidup glamor, membuat sebagian pasangan mulai membandingkan kehidupannya sendiri. Ini bisa melahirkan rasa tidak puas terhadap pasangan dan menurunnya rasa syukur dalam keluarga. Media sosial menciptakan ilusi realitas yang bisa mengaburkan persepsi terhadap kehidupan nyata dan menimbulkan krisis penerimaan dalam keluarga.[2]
- Konten yang Tidak Layak dan Krisis Moral
TikTok bukan hanya menampilkan hiburan, tetapi juga banyak memuat konten yang bertentangan dengan nilai kesopanan dan etika keluarga. Ketika anak-anak atau bahkan orang tua mulai menikmati tayangan-tayangan yang mengandung unsur sensualitas atau kekerasan verbal, ini berpotensi merusak moral keluarga secara perlahan.
- Pemicu Perceraian
Dalam beberapa kasus, penggunaan media sosial yang tak terkendali menjadi penyebab langsung perceraian. Kecanduan TikTok bisa membuat pasangan merasa diabaikan, sehingga muncul ketidakpuasan dan krisis kepercayaan. Bahkan dalam beberapa laporan, TikTok menjadi tempat lahirnya perselingkuhan daring karena fitur komentar dan pesan langsung yang memudahkan interaksi antarorang yang tidak saling mengenal.
Sejalan dengan itu, bahwa media sosial adalah ancaman laten bagi keluarga yang tidak memiliki kontrol diri dan nilai religius yang kuat Keluarga yang tidak membatasi penggunaan gadget berpotensi besar mengalami konflik dan kehancuran rumah tangga.[3]
Penutup
TikTok dan media sosial lainnya bukanlah musuh keluarga. Namun, tanpa pengawasan dan pengendalian, media sosial bisa menjadi racun yang perlahan-lahan menghancurkan kedamaian rumah tangga. Keluarga perlu menyadari pentingnya waktu bersama, membangun komunikasi nyata, serta menjadikan teknologi sebagai alat bantu, bukan pelarian dari kenyataan.
Sumber Refrensi :
[1] Qardhawi, Yusuf 2001 ,Islam dan Tantangan Media Modern (Jakarta: Gema Insani, hlm. 113
[2] Rahmat Hidayat, Keluarga dan Media Sosial: Menakar Batas Interaksi Digital (Bandung: Remaja Rosdakarya), hlm. 75
[3] Ahmad Sarbini, 2022,Krisis Keluarga di Era Digital (Yogyakarta: Pustaka Pelaja) hlm. 132
