Seorang pria tampak menunduk sambil memegang kepala, dengan wajah stres, memikirkan konflik dan perselisihan antara istri dan orang tuanya

Menghadapi Konflik dengan Mertua Menurut Islam

UMIKA Media – Konflik dengan mertua bisa menjadi ujian yang menguras emosi dan kesabaran. Ketika sudah menjadi pasangan sah dalam rumah tangga, hubungan dengan mertua menjadi bagian dari keluarga besar. Islam sebagai agama rahmat telah memberikan panduan bijak untuk menghadapi perselisihan ini.

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (orang tua) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.‘” (QS. Al-Isra: 24).[1]

Ayat ini memang ditujukan kepada orang tua kandung, namun para ulama tafsir seperti Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa adab yang sama juga layak diberikan kepada mertua karena kedudukan mereka dalam struktur keluarga.[2]

Menahan Emosi Saat Terjadi Perselisihan Dengan Mertua

Islam mengajarkan agar kita mampu menahan diri ketika menghadapi konflik dengan mertua. Rasulullah ﷺ bersabda:

Bukanlah orang kuat itu karena menang bergulat, melainkan orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari no. 6114).[3]

Dengan kata lain, saat perselisihan terjadi, Islam tidak menyarankan untuk langsung membalas atau membentak. Justru menahan diri dan memilih kata yang lembut adalah bentuk kekuatan sejati.

Bersikap Adil Tanpa Menyakiti Pasangan

Konflik dengan mertua juga seringkali membuat seseorang berada di posisi serba salah. Suami atau istri kerap berada di antara dua pihak yang sama-sama dicintai. Dalam posisi ini, Islam menekankan pentingnya sikap adil.

Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan...”(QS. An-Nahl: 90)

Bersikap adil berarti tidak memihak secara buta. Suami harus tetap memuliakan ibu dan ayahnya, namun juga wajib menjaga perasaan istri. Begitu pula sebaliknya. Sikap dewasa dan tenang sangat dibutuhkan dalam meredam konflik.

Memaafkan Mertua Adalah Jalan Keberkahan

Terkadang, konflik dengan mertua melahirkan luka batin. Namun Islam sangat mendorong umatnya untuk menjadi pemaaf. Allah berfirman:

…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?”(QS. An-Nur: 22)

Sikap memaafkan menunjukkan kekuatan hati dan keimanan. Terlebih dalam hubungan keluarga, memaafkan membuka pintu keberkahan dan memperbaiki tali silaturahmi.

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

Barangsiapa yang memutuskan silaturahmi, maka Allah tidak akan menyambung hubungan dengannya.”(HR. Muslim no. 2556).[4]

Menghindari Konflik Dengan Mertua Lewat Komunikasi

Salah satu cara utama menghindari konflik dengan mertua adalah komunikasi terbuka dan santun. Islam sangat menghargai komunikasi yang baik. Rasulullah ﷺ bersabda:

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”(HR. Bukhari dan Muslim).[5]

Dengan berbicara yang baik dan tidak menyulut emosi, ketegangan dalam keluarga dapat diminimalkan. Terlebih jika komunikasi disampaikan dengan rasa hormat dan empati.

Penutup: Islam Selalu Memandu Dalam Konflik Dengan Mertua

Menghadapi konflik dengan mertua memang membutuhkan kesabaran, kebijaksanaan, dan iman yang kokoh. Islam telah memberikan panduan yang sangat jelas agar kita tetap bisa menjaga hubungan baik dalam keluarga besar.

Jika umat Islam mengamalkan nilai-nilai seperti sabar, adil, pemaaf, dan komunikasi santun, maka perselisihan bisa dihindari atau diselesaikan dengan cara terbaik. Karena itu, ketika terjadi konflik dengan mertua, jadikan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam bertindak.


Sumber Referensi:
[1] Departemen Agama RI, 2010, Al-Qur’an dan Terjemahannya, hlm. 396
[2] Al-Suyuthi, 2004, Ad-Durr Al-Mantsur fi Tafsir Al-Ma’thur, hlm. 208
[3] Al-Bukhari, 2001, Shahih Al-Bukhari, Jilid 3, hlm. 132
[4] Muslim, 2006, Shahih Muslim, Jilid 4, hlm. 200
[5] Al-Nawawi, 2003, Riyadhus Shalihin, hlm. 145

More From Author

Ngaji Tapi Hati Kosong? Podcast Gen Z Hikmah Kupas Jawabannya

Yayasan Umika Fatimah Az-Zahra Karawang Ajak Masyarakat Teladani Keluarga Nabi Ibrahim di Hari Raya Idul Adha 1446 H

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories