NEWS.UMIKA.ID, Buletin,- Sejarah peradaban manusia tidak hanya mencatat kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga merekam titik nadir kehancuran moral. Salah satu kisah paling kelam yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah kehancuran kaum Sodom pada masa Nabi Luth AS.
Selama ini, mayoritas dari kita mengenal kaum Sodom lewat penyimpangan homoseksual (gay). Namun, jarang yang mengetahui bagaimana awal mula penyimpangan lesbian (hubungan sesama jenis antar wanita) terjadi di negeri tersebut. Semua itu bermula dari sebuah konspirasi besar yang dirancang oleh iblis di tengah krisis pangan.
Berikut adalah investigasi sejarah dan hikmah dakwah di balik awal mula munculnya perilaku menyimpang kaum wanita Sodom.
Berawal dari Krisis Pangan dan Hukum yang Korup
Sebelum diazab, Negeri Sodom adalah wilayah yang sangat makmur, subur, dan kaya akan buah-buahan serta biji-bijian. Kemakmuran ini bahkan dinikmati oleh negeri-negeri tetangganya. Namun, roda berputar. Negeri Sodom kemudian dilanda paceklik hebat yang membuat persediaan makanan menipis.
Ketakutan akan kekurangan pangan membuat penduduk Sodom menjadi egois. Mereka menutup diri dari orang luar. Di sinilah iblis mulai menyusupkan bisikannya. Atas hasutan setan, kaum pria Sodom membuat hukum adat yang kejam bagi warga asing yang nekat mencari makan di wilayah mereka:
Siapa pun orang asing yang kedapatan mengambil buah di Sodom, maka ia harus didenda 4 dirham dan dipaksa melayani nafsu seksual sesama jenis para pria Sodom.
Awalnya, trik ini berhasil membuat orang luar takut. Sampai akhirnya, iblis sendiri yang turun tangan memuluskan rencananya.
Penyamaran Iblis dan Terjebaknya Kaum Pria
Untuk memicu tren menyimpang ini secara masif, iblis menjelma menjadi seorang pemuda asing yang sangat tampan. Ia sengaja masuk ke perkebunan warga Sodom seolah-olah sedang kelaparan.
Melihat ketampanan pemuda tersebut, dua orang pria Sodom langsung menangkapnya dan menerapkan “hukum adat” yang telah mereka buat. Kejadian tersebut menjadi pemantik. Sejak saat itu, kaum pria Sodom menjadi kecanduan dan mulai meninggalkan istri-istri mereka demi mengejar kepuasan sesama jenis.
Mengenal ‘Lakis’: Setan Tercantik Pencetus Lesbian Pertama
Ketika para suami sibuk dengan aktivitas homoseksualnya, kaum wanita di Negeri Sodom merasa terabaikan, kesepian, dan sedih. Celah emosional inilah yang dimanfaatkan oleh bala tentara iblis.
Melansir dari berbagai literatur tafsir, iblis mengutus salah satu pasukannya yang berwujud wanita sangat cantik—beberapa riwayat menyebut namanya Lakis.
Lakis mendatangi para wanita Sodom yang sedang meratap, lalu menghasut mereka dengan kalimat manipulatif:
Jika suami-suami kalian bisa memuaskan hasrat mereka dengan sesama lelaki, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama? Kita bisa saling memuaskan sesama wanita.
Hasutan Lakis berhasil. Satu per satu wanita Sodom mengikuti ajaran Lakis. Sejak momen itulah, praktik lesbian pertama kali tercipta dalam sejarah peradaban manusia.
Perjuangan Nabi Luth AS dan Pengkhianatan Sang Istri
Melihat kerusakan moral yang begitu masif, Nabi Luth AS berdiri teguh menyampaikan dakwahnya. Beliau memperingatkan kaumnya sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’raf ayat 80-81:
Mengapa kamu melakukan perbuatan fahisyah (keji) itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan syahwatmu, bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
Bukannya bertaubat, mereka justru mengusir Nabi Luth AS dan keluarganya karena dianggap “terlalu suci”.
Tragisnya, penentangan tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari dalam rumah Nabi Luth sendiri. Istrinya (Wali’ah) mengkhianati beliau. Mirip dengan kisah istri Nabi Nuh, istri Nabi Luth tidak mengimani kenabian suaminya.
Bentuk Pengkhianatan Istri Nabi Luth:
Nabi Luth Kedatangan Tamu (Malaikat Berwujud Pria Tampan)
↓
Istri Nabi Luth Membakar Kayu (Sinyal Asap)
↓
Preman Sodom Mengepung Rumah Nabi Luth
Datangnya Azab yang Menghancurkan
Melihat pembangkangan yang sudah di luar batas, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk membutakan mata para preman yang mengepung rumah Nabi Luth. Malam itu juga, Jibril memerintahkan Nabi Luth dan keluarganya untuk segera pergi meninggalkan kota sebelum fajar tiba.
Ada satu syarat mutlak yang diberikan: Jangan ada seorang pun di antara kamu yang menengok ke belakang.
Nabi Luth dan putri-putrinya patuh. Namun, sang istri yang berhati khianat melanggar perintah tersebut. Saat mendengar suara dentuman azab yang mengerikan menghancurkan Negeri Sodom, ia menengok ke belakang dan seketika itu juga ia ikut binasa bersama kaum yang membangkang.
Kesimpulan dan Hikmah untuk Akhir Zaman
Kisah awal mula lesbian dan homoseksual pada kaum Sodom ini bukan sekadar dongeng masa lalu. Ini adalah peringatan keras (*ibrah*) dari Allah SWT bagi generasi setelahnya. Skenario iblis untuk merusak tatanan fitrah manusia selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang terselubung, memanfaatkan situasi krisis dan lemahnya iman.
Semoga kisah ini mempertebal keimanan kita dan membuat kita lebih waspada dalam menjaga keluarga dari berbagai penyimpangan moral di era modern.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: @ArkanumStudio
Bagikan artikel ini jika bermanfaat, dan mari diskusikan di kolom komentar bagaimana cara membentengi generasi muda dari bahaya penyimpangan moral saat ini.
