UMIKA.ID, Jakarta — Serangan militer Iran ke wilayah Israel pada April 2024 lalu memicu berbagai spekulasi. Banyak pihak mengira bahwa langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Namun, menurut pendakwah nasional Ustadz Felix Siauw, serangan tersebut bukan didasari semata-mata oleh solidaritas terhadap Palestina.
“Iran tidak sedang perang dengan Israel karena pro-Palestina. Serangan ini adalah balasan atas serangan Israel ke kantor kedutaan Iran di Suriah. Ini bukan bagian dari perjuangan membebaskan Palestina, tapi reaksi atas kepentingan nasional Iran sendiri,” ungkap Ustadz Felix dalam sebuah kajian yang diunggah ke kanal YouTube miliknya.
Bukan Aksi Ukhuwah Islamiyah
Lebih lanjut, Felix menilai bahwa tindakan Iran tidak mewakili semangat ukhuwah Islamiyah atau solidaritas umat Islam global. Bahkan, menurutnya, rekam jejak Iran terhadap umat Islam di negara-negara seperti Suriah menunjukkan bahwa motif Iran lebih bersifat geopolitik ketimbang keislaman.
“Kita harus melihat track record. Di Suriah, siapa yang mendukung rezim Bashar Assad yang membunuh umat Islam? Iran. Jadi kalau sekarang mereka menyerang Israel, bukan berarti mereka sedang membela Palestina atau umat Islam,” katanya.
Seruan untuk Persatuan Umat
Ustadz Felix menegaskan bahwa solusi bagi Palestina tidak bisa diharapkan dari satu negara seperti Iran semata. Ia menyerukan agar seluruh umat Islam, baik dari Turki, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Indonesia, hingga Afrika, bersatu dalam satu kekuatan Islam global yang mampu memberikan perubahan nyata.
“Yang dibutuhkan bukan hanya rudal dari satu negara, tapi kesatuan politik umat Islam. Negara-negara Muslim harus bersatu membentuk kekuatan sejati untuk membebaskan Baitul Maqdis,” jelasnya.
Konflik Lebih dari Sekadar Isu Agama
Felix Siauw juga mengingatkan bahwa konflik Palestina-Israel tidak hanya berakar pada isu agama, namun juga mencakup aspek kemanusiaan dan politik global. Ia mengajak umat Muslim untuk tidak mudah terpancing narasi simbolik tanpa memahami konteks yang lebih dalam.
Penutup
Pernyataan Ustadz Felix Siauw ini menjadi pengingat bahwa konflik di Timur Tengah bukan sekadar hitam-putih antara penindas dan yang tertindas, namun penuh dengan kepentingan geopolitik yang kompleks. Solidaritas terhadap Palestina harus diwujudkan dalam bentuk nyata: persatuan umat, advokasi global, dan dukungan kemanusiaan berkelanjutan.
**
Redaksi menerima artikel dan opini seputar dunia Islam, dakwah, dan isu kemanusiaan. Kirimkan naskah Anda ke email redaksi kami.redaksi kami.
