penanya :
Assalamu’alaikum ustad,,, bagaimana cara menanagani anak saya yang luar biasa tidak merasa bersalah. salah satu kasusnya saat anak saya bekerja disalah satu mini market, anak saya ketahuan mengambil uang mini market, saat saya bela digantiin, kemudian ada masalah tetap saya yang disalahkan. sudah sering anak saya seperti ini, saya terus yang disalahkan, padahal semua yang terjadi diawali karena kelakuan dia sendiri. bagaimana menyikapinya??
Jawaban :
oleh A Khaerul Mu’min, M.Pd.
Fenomena anak yang terlibat dalam tindakan kriminal tanpa merasa bersalah adalah masalah serius yang patut menjadi perhatian bersama. Dalam Islam, tanggung jawab pendidikan anak berada di tangan orang tua. Ketika anak tumbuh menjadi individu yang tidak memahami nilai moral, etika, dan tanggung jawab, hal ini sering kali berakar dari pola asuh yang terlalu memanjakan.
Pola Asuh yang Memanjakan
Memanjakan anak bukan berarti mencintainya secara berlebihan, melainkan memberikan segala sesuatu tanpa batasan, aturan, atau tanggung jawab. Anak yang selalu dituruti keinginannya cenderung tumbuh menjadi pribadi egois, tidak memahami batasan, dan sulit menerima konsekuensi atas perbuatannya. Dalam hadits Rasulullah SAW disebutkan:
“Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih baik daripada akhlak yang mulia.” (HR. Tirmidzi)
Orang tua yang memanjakan anak sering kali menghindarkan mereka dari tanggung jawab dan kesalahan. Padahal, pengalaman menghadapi konsekuensi adalah bagian penting dari pembentukan karakter dan akhlak anak.
Dampak Pola Asuh yang Salah
Ketika anak terbiasa hidup tanpa aturan dan tanggung jawab, mereka rentan terhadap perilaku menyimpang, termasuk tindakan kriminal. Dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, disebutkan bahwa pendidikan moral dan spiritual adalah kunci untuk membentuk anak yang berkepribadian baik. Ketidakhadiran nilai-nilai ini dapat menyebabkan anak kehilangan empati, sehingga tidak merasa bersalah meskipun telah melanggar hukum atau norma masyarakat.
Selain itu, memanjakan anak juga sering kali mengajarkan mereka bahwa segala sesuatu dapat diperoleh tanpa usaha. Mereka menjadi tidak menghargai proses dan cenderung mencari jalan pintas, bahkan melalui cara yang salah. Hal ini diperkuat oleh data dari berbagai penelitian di Indonesia yang menunjukkan bahwa banyak kasus kenakalan remaja bermula dari kurangnya pengawasan dan disiplin di rumah.
Tanggung Jawab Orang Tua dalam Islam
Islam menekankan pentingnya tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa mendidik anak dengan nilai-nilai agama adalah kewajiban utama orang tua. Pendidikan yang benar mencakup pengajaran tentang tanggung jawab, akhlak mulia, dan kesadaran akan konsekuensi perbuatan.
Hikmah Dibalik Kejadian
- pola asuh mempengaruhi karakter anak
- anak tidak boleh dimanjakan
- biarkan lingkungan yang akan mendidik anak kita
- anak ingin dianggap dewasa sehingga interfensi harus dikurangi
Wallahua’lam
Referensi:
- Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyatul Aulad fil Islam.
- Al-Qur’an dan Hadits.
- Data penelitian kenakalan remaja di Indonesia (BPS, 2023).
