Fenomena maraknya film yang mengandung pornografi dan tingginya antusiasme masyarakat dalam menontonnya menjadi tanda nyata adanya degradasi moral di tengah masyarakat Indonesia. Dalam perspektif Islam, ini adalah ancaman serius yang tidak hanya merusak individu tetapi juga menghancurkan tatanan sosial secara keseluruhan.
Islam Menentang Pornografi
Pornografi adalah salah satu bentuk dosa yang jelas dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).
Ayat ini menegaskan bahwa segala hal yang dapat mengarahkan kepada zina, termasuk menonton atau memproduksi film dengan unsur pornografi, adalah dilarang. Pornografi membangkitkan syahwat secara tidak halal dan mengundang berbagai bentuk kerusakan moral.
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, seorang ulama Salafi, salah satu cara menjaga kehormatan adalah dengan menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan. Menonton adegan tak senonoh dalam film termasuk dalam pelanggaran perintah ini, yang berujung pada penyakit hati dan penurunan kualitas iman.
Tanda Menurunnya Kualitas Masyarakat
Tingginya minat masyarakat terhadap film bernuansa pornografi menunjukkan lemahnya kontrol moral dan kurangnya kesadaran terhadap ajaran agama. Dalam Islam, masyarakat yang baik adalah yang menjaga amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran).
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).
Namun, sikap permisif terhadap film pornografi menunjukkan bahwa sebagian masyarakat justru cenderung menerima atau tidak peduli terhadap kemungkaran tersebut.
Dampak Buruk Pornografi
Maraknya konsumsi film pornografi membawa dampak buruk, baik secara individu maupun sosial. Pornografi merusak otak dan menurunkan kemampuan seseorang dalam berpikir jernih. Dari sisi sosial, hal ini dapat memicu meningkatnya kasus kekerasan seksual, pelecehan, dan perzinaan.
Ulama Salafi seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz menekankan pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang tangguh secara moral. Menurut beliau, media yang menyimpang harus dijauhi, dan pemerintah serta masyarakat harus bersinergi untuk membangun media yang mendidik.
Solusi dalam Islam
Islam menawarkan solusi komprehensif untuk mengatasi masalah ini:
-
Meningkatkan Pendidikan Agama
Anak-anak harus dididik sejak dini dengan nilai-nilai Islam, termasuk menjaga pandangan dan menjauhi hal-hal haram. -
Kontrol Media
Pemerintah dan masyarakat harus aktif mengontrol media agar tidak memproduksi atau menyebarkan konten pornografi. -
Menghidupkan Peran Masjid
Masjid sebagai pusat dakwah harus aktif menyadarkan masyarakat tentang bahaya pornografi dan pentingnya menjaga kehormatan. -
Menguatkan Keluarga
Keluarga adalah benteng utama dalam membentuk moral anak-anak. Orang tua harus menjadi teladan dalam menjaga kesucian hati dan pandangan.
Kesimpulan
Maraknya film bernuansa pornografi adalah bukti nyata menurunnya kualitas masyarakat Indonesia. Sebagai umat Islam, kita harus mengambil langkah proaktif untuk memerangi fenomena ini dengan meningkatkan keimanan, menjaga moralitas, dan bekerja sama dalam amar ma’ruf nahi munkar. Dengan demikian, kita dapat membangun kembali masyarakat yang bermartabat dan diridhai Allah SWT.
Catatan Kaki
-
Al-Qur’an dan Terjemahannya. Kementerian Agama RI.
-
Hadits Riwayat Muslim.
-
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Fatawa Nur ‘ala al-Darb.
-
Abdul Aziz bin Baz, Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah.
