Warga Gaza, di Tengah Derita, Sumbangkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatera

NEWS.UMIKA.ID, Jakarta, 2 Desember 2025 — Di tengah penderitaan akibat perang, blokade, dan agresi militer yang terus mengguncang wilayah Gaza, Palestina — seorang warga Gaza menunjukkan kepedulian luar biasa kepada korban bencana banjir dan tanah longsor yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Indonesia. Berkat perhatian itu, masyarakat Indonesia mendapat pelajaran penting tentang solidaritas tanpa batas.

 

Empati dari Gaza: Bantuan untuk Saudara di Nusantara

Menurut keterangan dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), melalui Pembinanya Ustaz Ferry Nur, meskipun tengah menghadapi kesengsaraan akibat konflik, rakyat Gaza tetap menyisihkan sebagian kecil dari apa yang mereka miliki untuk membantu sesama muslim di Indonesia.

Salah satu donatur tersebut adalah seorang warga Gaza bernama Abu Ahmad — yang dengan penuh keikhlasan menyumbangkan USD 1.000 (sekitar Rp 15 juta) untuk meringankan beban korban bencana di Sumatera.

Menurut Abu Ahmad, jumlah itu mungkin terasa kecil dibanding penderitaan yang dialaminya sendiri. “Mohon maaf, karena jumlah ini terlalu kecil menurut kemampuan saya,” ujarnya dalam pesan yang kemudian diteruskan oleh KISPA.

Tak hanya sekadar uang — Abu Ahmad juga mengirim doa penuh harapan: semoga Allah SWT mengampuni korban, melindungi mereka dari bahaya, dan menyembuhkan luka mereka. Dia mengingatkan bahwa “tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah SWT.”

Dalam pernyataan Ustaz Ferry Nur, tindakan ini menunjukkan—meskipun Gaza berada di bawah genosida, agresi militer, dan blokade — masih ada cinta dan solidaritas terhadap rakyat Indonesia.

 

Makna Solidaritas: Di Luar Batas Geografis dan Konflik

Kisah ini menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan bisa melampaui batas — bahkan muncul dari mereka yang sedang mengalami penderitaan sendiri. Di saat Gaza sedang berjuang bertahan, masih ada hati yang tergugah untuk membantu saudara di negeri lain.

Dalam konteks Indonesia, di mana dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera menelan banyak korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan penderitaan sosial — uluran tangan dari luar negeri, apalagi dari negeri yang sedang dilanda konflik, memberi pelajaran bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas geografis, kondisi politik, atau perbedaan — melainkan didasari rasa empati dan persaudaraan.

Situasi seperti ini juga bisa menjadi penyemangat bagi bangsa Indonesia — agar tetap menjaga semangat saling membantu dan merangkul. Baik untuk korban bencana di dalam negeri, maupun bagi saudara di Palestina yang masih terkurung blokade dan terus menjadi korban konflik.

Simbol Harapan: Menguatkan Persaudaraan Umat

Lebih dari sekadar uang, sumbangan dari Gaza ini menjadi simbol harapan, persaudaraan, dan kebersamaan antar–umat muslim serta manusia secara umum — menunjukan bahwa di bawah langit yang sama, air mata dan doa bisa dipahami lintas negeri, lintas konflik, dan lintas penderitaan.

Kisah ini juga relevan dengan semangat dakwah dan sosial kemanusiaan yang selama ini UMIKA jalankan melalui Yayasan Umika Fatimah Az-Zahra dan berbagai program dakwah & kemanusiaan, termasuk rencana donasi dan bantuan untuk berbagai pihak.

Semoga empati dari Gaza ini bisa menjadi inspirasi — untuk kita terus menebar bantuan, merawat solidaritas, dan memperkuat rasa kemanusiaan di antara sesama.

More From Author

Netanyahu di Pusaran Korupsi: Tuduhan Suap hingga Manipulasi Media Kian Menekan Jabatan PM Israel

BNPB Update Korban Sumatera: UMIKA Bergerak Kumpulkan Bantuan Kemanusiaan

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories