NEWS.UMIKA.ID, Karawang,- Bencana alam skala besar kembali mengguncang Pulau Sumatra — kali ini melanda tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Intensitas curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir — diperparah fenomena siklon tropis — memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menghancurkan pemukiman, merusak infrastruktur, dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi.
Menurut data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga update per 2–3 Desember 2025, jumlah korban jiwa terus meningkat. Tercatat sekitar 744 – 753 orang tewas dan ratusan bahkan lebih dari 500 orang masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 3,3 juta jiwa terdampak, dengan lebih dari 1 juta orang mengungsi — banyak di antara mereka kehilangan rumah, harta benda, dan akses ke kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal.
Infrastruktur publik juga rusak parah: ribuan rumah rusak berat, sedang, atau ringan; fasilitas pendidikan, kesehatan dan tempat ibadah pun banyak yang terdampak — tak sedikit jalan dan jembatan yang putus, membuat akses ke banyak area terhambat.
Di wilayah terdampak, upaya penyelamatan dan evakuasi dilakukan secara masif — namun banyak wilayah yang masih sulit dijangkau akibat longsor, jalan putus, dan akses terisolasi. Relawan, tim tanggap darurat, serta berbagai komunitas turut dikerahkan.
Sementara data terus berubah, banyak keluarga masih menunggu kabar anggota yang hilang, dan kebutuhan mendesak terus meningkat — dari bantuan pangan, selimut, air bersih, hingga tenda dan obat-obatan.
UMIKA Hadir: Program UTB Buka Donasi untuk Korban — Ajak Publik Berempati
Menanggapi kondisi yang memilukan ini, yayasan UMIKA melalui program bernama UMIKA Tanggap Bencana (UTB), memutuskan untuk membuka donasi bagi korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh.

Menurut pernyataan ketua yayasan, Cecep Nurjana, “kami akan berikhtiar menggalang donasi untuk para penyintas, para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.”
Cecep menambahkan bahwa UMIKA akan berkolaborasi dengan K3 (Kolaborasi Komunitas Karawang) untuk memperkuat upaya penggalangan — baik untuk pengumpulan dana maupun persiapan relawan tangguh dari UMIKA yang siap terjun ke lokasi terdampak.
Melalui UTB, UMIKA berharap masyarakat luas dapat ikut berpartisipasi secara nyata: mendonasikan sebagian rezeki, sehingga bantuan bisa segera disalurkan kepada para korban — mulai dari kebutuhan dasar, logistik, sampai kebutuhan mendesak seperti obat-obatan, makanan, penampungan sementara, dan pemulihan akses.
Kenapa Bantuan Mendesak dan Darurat
Korban jiwa dan kehilangan keluarga begitu besar — ratusan tewas, ratusan hilang. Banyak keluarga tinggal dalam kepedihan, kekhawatiran, duka.
Ribuan rumah dan fasilitas rusak — banyak korban kehilangan tempat tinggal, rumah tidak layak, atau bahkan hancur total.
Kebutuhan dasar sangat mendesak — air bersih, pangan, obat, selimut, tenda, hingga pakaian dan sanitasi dibutuhkan segera.
Akses ke lokasi sulit — jalan dan jembatan putus, banyak wilayah terisolasi, sehingga distribusi bantuan sangat sulit tanpa dukungan dari relawan dan organisasi kemanusiaan.
Pemulihan dan rehabilitasi butuh dana & tenaga — tidak hanya bantuan darurat, tetapi juga upaya pemulihan rumah, sarana umum, dan rehabilitasi bagi korban dan pengungsi memerlukan dukungan berkelanjutan.
Dengan situasi seperti ini, peran lembaga seperti UMIKA — dan bantuan publik — sangat vital untuk membantu meringankan penderitaan mereka.
Ajakan Donasi — Cara Berdonasi melalui UMIKA
Bagi para donatur, simpatisan, atau masyarakat yang ingin ikut membantu korban — Anda dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi UMIKA:
Bank BJB Syariah — 5150.2010.18010 a.n. Yayasan UMIKA Fatimah Azzahra
Konfirmasi: Syamsul (0856-1843-516)
Setiap rupiah dari Anda sangat berarti: membantu mereka memperoleh makanan, tempat tinggal darurat, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lain. Semoga bantuan kita menjadi penolong di saat mereka paling membutuhkan.
Mohon bantu sebar luaskan ajakan ini — kepada kerabat, keluarga, sahabat, dan komunitas — agar lebih banyak saudara di Sumatra yang merasakan uluran tangan.
Harapan & Doa — Solidaritas sebagai Sahabat dalam Cobaan
Bencana adalah ujian — bagi korban, komunitas, maupun kita sebagai sesama manusia. Kepedulian dan solidaritas menjadi nyawa agar korban bisa segera bangkit, keluarga yang kehilangan bisa mendapat harapan, dan masyarakat terdampak merasa tidak sendiri.
Semoga dengan gerakan UTB dari UMIKA, kolaborasi dengan berbagai komunitas, dan dukungan dari masyarakat luas — kita bisa membantu meringankan duka, memulihkan kehidupan, dan menegakkan kembali harapan bagi mereka yang terdampak.
Mari bersama, kita ulurkan tangan — karena saudara kita butuh, dan kita bisa membantu.
