Parenting Nabi Muhammad SAW: Meluangkan Waktu dengan Anak

Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal parenting. Beliau tidak hanya memberikan ajaran yang baik kepada anak-anak, tetapi juga menunjukkan praktik yang nyata dengan meluangkan waktu untuk mereka, meskipun sibuk dengan tugas kenabian. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari bagaimana Rasulullah SAW berinteraksi dengan anak-anak.
Kedekatan Nabi dengan Anak-Anak
Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat dekat dengan anak-anak, baik anak kandung, cucu, maupun anak-anak dari sahabat. Dalam kitab Ash-Shahihain, diceritakan bahwa Rasulullah SAW sering kali bermain dengan cucunya, Hasan dan Husain. Bahkan, ketika beliau sedang sujud dalam salat, Hasan pernah menaiki punggungnya, dan Nabi tidak beranjak hingga Hasan turun sendiri. Hal ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menghargai kebahagiaan anak-anak bahkan dalam momen yang serius seperti ibadah.
Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin (Penerbit Darul Fikr, Beirut, 1997, hlm. 295), Rasulullah SAW menekankan pentingnya memuliakan anak-anak. Beliau sering menunjukkan kasih sayang dengan mencium mereka, menggendong mereka, dan mengajak mereka bermain. Tindakan ini bukan sekadar ekspresi cinta, tetapi juga cara Nabi menanamkan rasa percaya diri dan kenyamanan pada anak-anak.
Meluangkan Waktu di Tengah Kesibukan
Salah satu nilai yang dapat kita pelajari dari Rasulullah SAW adalah bagaimana beliau selalu meluangkan waktu untuk anak-anak, meskipun beliau sibuk dengan urusan umat. Dalam buku Asy-Syamail Al-Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi (Penerbit Darul Kutub Ilmiah, Beirut, 2000, hlm. 105), disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering kali bercanda dengan anak-anak kecil di jalanan Madinah. Beliau bahkan memanggil mereka dengan nama panggilan yang manis dan penuh kasih.
Keteladanan lain ditunjukkan ketika Rasulullah SAW bersama cucunya. Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani (Penerbit Darul Ma’rifah, Beirut, 1993, hlm. 476), disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW membawa cucunya, Hasan atau Husain, dalam perjalanan dan membiarkan mereka duduk di atas pundaknya. Tindakan ini menunjukkan bahwa Nabi menghargai momen kebersamaan dengan anak-anak, menjadikannya waktu yang berkualitas.
Pelajaran Parenting dari Nabi
Sikap Rasulullah SAW terhadap anak-anak mengajarkan kepada kita beberapa hal penting:
  1. Kasih Sayang adalah Pondasi Utama
    Rasulullah SAW tidak pernah bersikap kasar terhadap anak-anak. Sebaliknya, beliau selalu menunjukkan kasih sayang yang tulus. Dalam Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi (Penerbit Maktabah Al-Maarif, Riyadh, 2003, hlm. 233), beliau bersabda, “Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
  2. Melibatkan Diri Secara Aktif
    Nabi Muhammad SAW aktif berinteraksi dengan anak-anak. Hal ini membangun hubungan emosional yang erat dan memberikan rasa aman pada anak.
  3. Memberikan Teladan Positif
    Nabi SAW selalu menjadi panutan dalam ucapan dan perbuatan. Anak-anak yang berada di sekitarnya belajar nilai-nilai mulia dari perilaku beliau.
Kesimpulan
Parenting Rasulullah SAW memberikan inspirasi bahwa meluangkan waktu untuk anak adalah salah satu bentuk ibadah. Dengan memberi perhatian kepada mereka, kita tidak hanya mendidik anak secara fisik dan emosional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam yang akan mereka bawa sepanjang hayat.
Sumber:
  1. Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin. Darul Fikr, Beirut, 1997.
  2. At-Tirmidzi, Asy-Syamail Al-Muhammadiyah. Darul Kutub Ilmiah, Beirut, 2000.
  3. Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari. Darul Ma’rifah, Beirut, 1993.
  4. An-Nawawi, Riyadhus Shalihin. Maktabah Al-Maarif, Riyadh, 2003.

More From Author

Tanya Jawab UMIKA : Suami Mendahulukan Ibunya

Ciri-ciri Orang Yang Tidak Akan Sukses : Jangan Sampai Anda Memilikinya

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories