UMIKA Media – Parenting Islami bukan hanya dimulai ketika anak lahir, tetapi bahkan sejak masih berada dalam sulbi ayah. Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلاثُ دَعَواتٍ لا تُرَدُّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang terzalimi, dan doa musafir.” (HR. Abu Dawud).
Hadits ini menunjukkan bahwa doa orang tua, baik doa kebaikan maupun doa keburukan, memiliki dampak nyata. Maka, sunnah berdoa sejak dini, bahkan sebelum anak hadir di dunia, menjadi pondasi parenting Islami.[1]
Sunnah-Sunnah Parenting Islami Yang Sering Dilupakan
1. Parenting Islami Melalui Doa Sebelum Hubungan Suami Istri
Parenting Islami menekankan doa sebelum hubungan suami istri. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus:
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
“Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkan kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami.” (HR. Bukhari Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa doa ayah dan ibu sebelum pembuahan adalah penjagaan dari Allah. Jika anak ditakdirkan lahir, ia akan terjaga dari gangguan setan. Sunnah ini sering diabaikan, padahal menjadi fondasi parenting Islami.
2. Parenting Islami Dengan Memilih Pasangan Yang Shalih
Para ulama salaf menekankan bahwa keturunan yang shalih berawal dari pasangan yang shalih. Abdullah bin Mas’ud ra. berkata:
تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، فَإِنَّ الْعِرْقَ دَسَّاسٌ
“Pilihlah tempat yang baik untuk spermamu, karena sesungguhnya nasab itu akan berlanjut.”.[3]
Parenting Islami tidak dimulai setelah anak lahir, tetapi sejak seorang muslim memilih pasangan hidup yang shalih dan bertakwa.
3. Parenting Islami Dengan Berdoa Sejak Anak Dalam Kandungan
Ketika anak sudah dalam kandungan, parenting Islami menuntun orang tua untuk memperbanyak doa. Nabi Zakaria as. dalam Al-Qur’an berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).
Ayat ini menjadi teladan parenting Islami. Doa sejak anak masih di rahim adalah sunnah yang sering dilupakan.
4. Parenting Islami Dengan Menghindari Doa Buruk Untuk Anak
Parenting Islami juga menekankan larangan mendoakan keburukan bagi anak. Rasulullah ﷺ bersabda:
لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ
“Janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri kalian, anak-anak kalian, dan harta kalian, agar jangan sampai bertepatan dengan waktu doa dikabulkan, lalu doa itu diterima.” (HR. Muslim).
Sayangnya, banyak orang tua yang kesal kerap mengucapkan doa buruk tanpa sadar, padahal doa bisa menjadi penentu masa depan anak.
Doa Parenting Islami Yang Diajarakan Ulama Salaf
Parenting Islami Dengan Doa Perlindungan Dari Setan
Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ mendoakan Hasan dan Husain:
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku memohon perlindungan kepada kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, hewan yang berbahaya, dan dari pandangan mata yang buruk.” (HR.Bukhari).
Ulama salaf menganjurkan doa ini sejak anak masih dalam kandungan, bahkan sejak masih dalam sulbi ayahnya.
Parenting Islami Dengan Doa Kebaikan Dunia Akhirat
Sebagian salaf berdoa dengan doa Nabi Ibrahim as. ketika mendoakan keturunannya:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Rabbku, jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan shalat, demikian juga sebagian dari keturunanku. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40).
Doa ini mengajarkan bahwa parenting Islami berawal dari keinginan kuat agar anak menjaga shalat dan ibadah.
Relevansi Parenting Islami Dalam Kehidupan Modern
Parenting Islami bukan hanya untuk zaman Rasulullah ﷺ, tetapi tetap relevan di era modern. Banyak orang tua terlalu sibuk dengan materi, sehingga lupa bahwa doa adalah pondasi pendidikan anak. Sunnah doa sejak anak dalam sulbi ayah menjadi jalan membangun generasi yang kuat akidah dan akhlaknya.
Selain itu, parenting Islami mengajarkan keseimbangan antara usaha dan doa. Orang tua wajib berusaha mendidik anak dengan ilmu, adab, dan kasih sayang, namun doa adalah senjata utama. Ulama salaf sering menekankan bahwa doa orang tua adalah benteng terkuat bagi kebaikan anak.[3]
Penutup: Parenting Islami Dan Doa Yang Tidak Terputus
Parenting Islami menekankan doa untuk anak sejak masih dalam sulbi ayah. Sunnah ini banyak dilupakan oleh keluarga muslim, padahal Rasulullah ﷺ sudah memberi teladan jelas. Dari doa sebelum hubungan suami istri, memilih pasangan shalih, hingga doa Nabi Zakaria dan Nabi Ibrahim, semuanya adalah contoh parenting Islami yang nyata.
Doa bukan hanya ritual, tetapi investasi spiritual. Dengan doa, orang tua meletakkan pondasi terbaik bagi masa depan anak. Karena itu, mari hidupkan kembali sunnah parenting Islami ini agar lahir generasi yang shalih dan kuat di dunia maupun akhirat.
Konsultasi di sini
Sumber Refrensi :
[1] Abu Dawud, 2009, Sunan Abu Dawud, Riyadh: Darussalam, hlm. 1536
[2] Al-Bukhari, 2002, Shahih al-Bukhari, Riyadh: Darussalam, hlm. 3271; Muslim, 2006, Shahih Muslim, Riyadh: Darussalam, hlm. 1434
[3] Ibn Abi Syaibah, 1994, Al-Mushannaf, Beirut: Al-Maktabah al-Islamiy, hlm. 3/546
