UMIKA.ID, Toronto, Kanada — Dunia perfilman kembali menyorot Palestina lewat karya terbaru sutradara Annemarie Jacir berjudul Palestine 36. Film ini resmi tayang perdana pada 5 September 2025 dalam program Gala Presentations Toronto International Film Festival (TIFF). Tak hanya itu, Palestine 36 juga ditunjuk sebagai wakil resmi Palestina untuk kategori Best International Feature Film di ajang Academy Awards ke-98 tahun 2026.
Kisah Perlawanan Rakyat Palestina 1936
Palestine 36 mengangkat latar sejarah Pemberontakan Arab Palestina 1936–1939 melawan kekuasaan kolonial Inggris. Periode ini dikenal sebagai tonggak penting perlawanan rakyat Palestina yang berjuang mempertahankan tanah air dari penjajahan dan meningkatnya gelombang imigrasi Yahudi dari Eropa.
Cerita difokuskan pada tokoh fiksi bernama Yusuf, seorang pemuda desa yang kehidupannya berubah drastis saat konflik politik dan militer meluas ke seluruh Palestina. Yusuf harus memilih antara tetap hidup tenang di kampung halaman atau ikut dalam perjuangan mempertahankan tanah air bersama rakyat Palestina.
Film ini menampilkan pergulatan batin, kisah keluarga, hingga pengorbanan generasi muda yang menjadi bagian dari perlawanan. Melalui visual puitis dan narasi emosional, Palestine 36 menghubungkan masa lalu dengan kondisi Palestina saat ini, seakan memberi pesan bahwa luka dan perjuangan sejarah masih bergema hingga kini.
Annemarie Jacir: Suara Palestina Lewat Layar Lebar
Sutradara Annemarie Jacir bukanlah nama asing dalam dunia perfilman internasional. Ia dikenal lewat karya-karya seperti Salt of This Sea, When I Saw You, dan Wajib. Film-filmnya kerap mewakili Palestina di berbagai festival dunia, termasuk Cannes, Berlin, dan Venice.
Dalam wawancara usai pemutaran perdana, Jacir menegaskan bahwa Palestine 36 adalah refleksi sejarah yang masih sangat relevan.
“Film ini bukan hanya tentang tahun 1936, melainkan tentang hari ini. Pertanyaannya sederhana: di sisi mana sejarah ingin kita berdiri?” ujarnya.
Jacir bersama produser Ossama Bawardi berhasil menggandeng sejumlah rumah produksi internasional, di antaranya Philistine Films, Corniche Media, MK Productions, Snowglobe, dan didukung oleh Doha Film Institute serta Red Sea Film Fund.
Deretan Aktor Internasional dan Palestina
Film ini diperkuat oleh jajaran aktor ternama internasional dan Timur Tengah. Beberapa di antaranya:
- Jeremy Irons – berperan sebagai komisaris kolonial Inggris.
- Liam Cunningham (Game of Thrones).
- Robert Aramayo (The Lord of the Rings: The Rings of Power).
- Hiam Abbass, aktris Palestina senior yang dikenal lewat serial Succession.
- Saleh Bakri, aktor Palestina kawakan.
- Yasmine Al Massri dan Kamel El Basha, yang juga membawa kekuatan akting khas Timur Tengah.
Kombinasi aktor internasional dengan bintang Palestina menghadirkan performa yang kuat, menambah daya tarik film ini bagi penonton global.
Distribusi dan Harapan Oscar
Palestine 36 telah mendapatkan distribusi luas di berbagai wilayah:
- Amerika Utara: Watermelon Pictures.
- Inggris: Curzon Film.
- Prancis: Haut et Court.
- Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA): MAD Distribution.
Langkah ini membuat film lebih mudah menjangkau audiens global, terutama jelang ajang Oscar. Dengan tema sejarah kolonialisme, perlawanan, dan identitas bangsa, film ini dipandang memiliki daya tarik kuat bagi juri internasional.
Tantangan Produksi di Tengah Konflik
Proses produksi Palestine 36 tidaklah mudah. Tim menghadapi berbagai hambatan, terutama setelah pecahnya perang di Gaza pasca Oktober 2023. Namun, bagi Annemarie Jacir, menyelesaikan film ini adalah bentuk perlawanan itu sendiri.
“Setiap adegan yang kami ambil adalah bukti bahwa seni bisa bertahan meski di tengah kehancuran. Film ini lahir dari ketabahan,” ungkapnya.
Kritik dan Sambutan di Toronto
Usai pemutaran perdana di TIFF 2025, film ini menuai pujian dari para kritikus. Banyak yang menyebut Palestine 36 sebagai karya berani, indah, sekaligus relevan dengan kondisi politik global.
Reuters menulis bahwa film ini “menggugah kesadaran penonton tentang bagaimana sejarah kolonialisme masih memengaruhi Palestina hari ini.” Sementara media Arab News menilai film ini sebagai “jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghadirkan narasi Palestina dalam skala sinema global.”
Simbol Perlawanan di Layar Lebar
Lebih dari sekadar film sejarah, Palestine 36 hadir sebagai simbol bahwa perjuangan Palestina tidak hanya berlangsung di medan pertempuran, tetapi juga di ranah budaya dan seni. Lewat layar lebar, Palestina menyuarakan kisahnya kepada dunia internasional, mengingatkan bahwa akar persoalan yang terjadi hari ini berawal dari sejarah panjang penindasan dan kolonialisme.
Fakta Singkat Palestine 36
- Genre: Drama sejarah.
- Sutradara: Annemarie Jacir.
- Durasi: 118 menit.
- Bahasa: Arab & Inggris.
- Premiere: Toronto International Film Festival, 5 September 2025.
- Oscar: Wakil resmi Palestina untuk Academy Awards 2026.
- Tema: Kolonialisme, perlawanan, identitas bangsa, refleksi masa kini.
Penutup
Dengan Palestine 36, dunia sekali lagi diingatkan bahwa kisah Palestina bukan sekadar isu politik, melainkan juga cerita kemanusiaan yang universal. Melalui seni perfilman, Annemarie Jacir berhasil membawa perlawanan dan harapan rakyat Palestina ke panggung dunia, menegaskan bahwa suara bangsa tidak akan pernah hilang, meski berhadapan dengan sejarah panjang penjajahan.
