NEWS.UMIKA.ID, Aceh Tamiang,- Pasca banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, pemandangan memilukan tersisa di berbagai sudut kota. Di sekitar RSUD Aceh Tamiang, bangkai ratusan mobil tampak berserakan dan terendam hingga nyaris tak terlihat—rata-rata mencapai setinggi atap rumah. Para relawan menyebut, kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan melampaui banjir bandang tahun 2006 yang hanya setinggi sekitar satu meter.
Banjir kali ini mencapai lebih dari tiga meter dan baru surut ke kisaran satu meter setelah tiga hari. Akibatnya, sejumlah kawasan berubah seperti kota yang ditinggalkan: rumah-rumah kosong, jalanan berlumpur, dan aktivitas warga terhenti total.
Fenomena tersebut memunculkan julukan “kota zombie” dari sebagian warga dan warganet, menggambarkan bagaimana wilayah itu seolah kehilangan kehidupan akibat bencana dan lambatnya pemulihan.
Namun, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana sedang berjalan intensif, termasuk penyaluran bantuan untuk para korban.
“Kalau ada isu-isu informasi katanya ini kota zombie, itu hanya segelintir orang yang ingin memperkeruh suasana. Semua sudah terlayani,” ujar Armia Fahmi, dikutip dari SCTV, Senin (8/12/2025).
Ia juga memastikan tidak ditemukan korban jiwa di dalam ratusan kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir datang.
Banjir Aceh Tamiang 2025 menjadi salah satu yang terparah dalam dua dekade terakhir, meninggalkan tantangan besar bagi warga dan pemerintah dalam memulihkan kembali kehidupan di daerah tersebut. (As)
