Takbir Menggema di Gaza: Israel–Hamas Sepakati Gencatan Senjata Fase Pertama, Dunia Menyambut Harapan Baru

UMIKA.ID, Gaza/Jakarta, 9 Oktober 2025 — Setelah dua tahun konflik yang menewaskan puluhan ribu jiwa dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, Israel dan Hamas akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata fase pertama. Suasana haru dan syukur menyelimuti Gaza, di mana warga menyambut pengumuman itu dengan gema takbir, “Allahu Akbar”, sebagai ungkapan harapan atas berakhirnya perang panjang yang mematikan.

Gencatan senjata ini dicapai melalui perundingan tidak langsung di Kairo, Mesir, dengan mediasi dari Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki. Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting yang disebut sebagai “fase pertama” menuju perdamaian menyeluruh di Jalur Gaza.

  • Berdasarkan laporan Reuters dan Associated Press, isi kesepakatan meliputi:
  • Penarikan bertahap pasukan Israel ke wilayah perbatasan dalam 24 jam setelah ratifikasi kabinet Israel.
  • Pembebasan sekitar 20 sandera Israel oleh Hamas dalam 72 jam pertama.
  • Pertukaran tahanan Palestina, di mana ratusan narapidana akan dibebaskan oleh Israel.

Pembukaan koridor kemanusiaan dan izin masuk bantuan untuk rekonstruksi Gaza.

Meskipun disebut “fase pertama”, kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua pihak bersedia menurunkan eskalasi setelah perang berkepanjangan yang mengundang tekanan internasional.

Begitu berita gencatan senjata diumumkan, gema takbir menggema di Gaza. Warga berkumpul di jalan-jalan dan depan Rumah Sakit al-Aqsa, menyalakan ponsel sebagai simbol cahaya perdamaian. “Kami tidak tahu apakah besok benar-benar damai, tapi malam ini kami bersyukur bisa mendengar kabar ini,” ujar Ahmed, salah satu warga Gaza yang diwawancarai oleh media lokal.

Sementara itu, di Tel Aviv, ratusan warga Israel berkumpul di “Hostages Square”, menyanyikan lagu perdamaian sambil memegang foto kerabat mereka yang disandera. Suasana emosional tampak di kedua sisi — sama-sama menaruh harapan pada akhir penderitaan.

  • Dari dunia internasional, berbagai negara memberi tanggapan positif.
  • Arab Saudi menyebut kesepakatan ini sebagai “langkah penting menuju stabilitas kawasan”.
  • Turki menyatakan siap menjadi bagian dari proses rekonstruksi Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan bahwa “perdamaian sejati hanya bisa terwujud jika hak-hak rakyat Palestina dihormati.”

Kendati penuh harapan, sejumlah pihak memperingatkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Beberapa jam setelah pengumuman, serangan terbatas masih terdengar di Gaza bagian utara. Pejabat Hamas menyebutnya sebagai “insiden kecil” akibat kurang koordinasi di lapangan.

Selain itu, ratifikasi resmi oleh kabinet Israel masih ditunggu. Tanpa persetujuan politik yang bulat, kesepakatan ini bisa tertunda pelaksanaannya. Israel juga menegaskan bahwa kesepakatan ini “tidak berarti berakhirnya operasi militer total”, melainkan “jeda untuk kemanusiaan dan negosiasi lanjutan.”

Jika fase pertama berjalan lancar, negosiasi akan dilanjutkan untuk:

1. Menyusun mekanisme keamanan permanen di Gaza.

2. Membahas pemerintahan sipil dan peran Otoritas Palestina.

3. Menentukan batas wilayah dan pengawasan internasional untuk mencegah konflik berulang.

4. Mengatur rencana rekonstruksi dan bantuan ekonomi bagi warga Gaza.

 

Para pengamat menilai bahwa momentum ini harus dijaga agar tidak kembali memicu siklus kekerasan baru.

“Perdamaian adalah kebutuhan, bukan pilihan. Kami sudah kehilangan rumah, keluarga, dan masa depan. Jika malam ini ada kesempatan untuk damai, kami akan menjaganya,” tutur seorang ibu di Deir al-Balah sambil memeluk anaknya yang baru keluar dari rumah sakit.

Gema takbir yang terdengar malam itu bukan sekadar luapan emosi — tapi simbol harapan rakyat Gaza bahwa derita panjang mereka akhirnya bisa menuju akhir.

 

Sumber dan Referensi:

1. Reuters — “Israel and Hamas agree to Gaza ceasefire, hostage deal” (9 Oktober 2025).

2. Associated Press — “The Latest: Ceasefire between Israel and Hamas includes prisoner swaps” (9 Oktober 2025).

3. The Guardian — “First phase of ceasefire deal to end Gaza war agreed by Israel and Hamas” (9 Oktober 2025).

4. Time Magazine — “‘Historic Moment’: The World Reacts to Israel–Hamas Peace Agreement” (9 Oktober 2025).

5. Detik.com — “Gencatan Senjata Israel–Hamas Tercapai, Takbir Menggema di Gaza” (9 Oktober 2025).

6. Jerusalem Post — “How Donald Trump achieved the Gaza ceasefire” (9 Oktober 2025).

More From Author

“Kami Diperlakukan Seperti Binatang”: Kesaksian Pilu Aktivis Global Sumud Flotilla Setelah Dideportasi Israel

H4m4s Umumkan Gencatan Senjata Dengan Israel: Perang Gaza Resmi Berakhir

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories