RS Indonesia di Gaza Dihancurkan Pasukan Israel, 55 Orang Masih Terjebak

UMIKA.ID, Gaza, Palestina – Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza utara, yang selama ini menjadi satu-satunya fasilitas medis terakhir yang masih beroperasi di wilayah tersebut, dilaporkan mulai dihancurkan oleh pasukan Israel pada akhir pekan ini.

Menurut laporan eksklusif dari Al Jazeera, sedikitnya 55 orang masih terjebak di dalam gedung rumah sakit, termasuk di antaranya empat dokter dan delapan perawat. Suara tembakan intens dilaporkan terdengar di sekitar area rumah sakit, menandai situasi darurat yang kian memburuk.

Pasukan Israel disebut telah menyerang gerbang utama rumah sakit dan meratakan tembok bagian utara menggunakan buldoser militer, membuat akses evakuasi semakin sulit dilakukan. RS Indonesia diketahui selama ini melayani korban luka akibat serangan dan pengepungan Israel yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Gempuran Militer Israel Berlanjut

Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah militer Israel melanjutkan gempuran besar-besaran di Jalur Gaza pada Senin (18/3) malam. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa operasi militer akan terus dilakukan, dengan alasan kelompok Hamas menolak rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan para sandera yang masih ditahan.

Gencatan senjata sebelumnya secara resmi berakhir pada 1 Maret, namun hingga kini pertempuran belum berlanjut secara penuh karena adanya usaha mediasi internasional yang masih berlangsung untuk mendorong kesepakatan damai.

Krisis Kemanusiaan Memburuk

Tak hanya menyerang fasilitas kesehatan, Israel juga dilaporkan memutus pasokan listrik ke fasilitas desalinasi air di Jalur Gaza. Akses bagi truk bantuan kemanusiaan pun ditutup, memperparah krisis kemanusiaan yang telah menimpa lebih dari dua juta warga sipil Palestina yang terjebak di wilayah konflik.

Pemutusan pasokan air bersih dan blokade terhadap bantuan menciptakan kondisi kehidupan yang nyaris tak manusiawi di Gaza. Banyak rumah sakit, termasuk RS Indonesia, kini tak mampu lagi memberikan layanan dasar akibat kekurangan listrik, air, obat-obatan, hingga bahan bakar.

Seruan Dunia Internasional

Berbagai organisasi kemanusiaan dan negara-negara di dunia terus menyerukan penghentian segera operasi militer Israel dan dibukanya kembali jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan konkret yang berhasil dicapai di meja perundingan.

RS Indonesia sendiri dibangun atas inisiatif dan dukungan rakyat Indonesia melalui sumbangan kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Rumah sakit ini menjadi simbol solidaritas Indonesia kepada rakyat Palestina dan telah beroperasi sejak tahun 2016.

Editor: Kang Adi
Sumber: Al Jazeera, republika

More From Author

Palestina dan Hamas Sambut Baik Desakan Inggris, Prancis, dan Kanada agar Israel Hentikan Serangan ke Gaza

Waspadai Penyakit Hati Takabbur: Ciri-ciri, Dalil, dan Solusi dalam Pandangan Islam

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories