Sumber Foto : UMIKA Media

Palestina Bukan Konflik, Tapi Penjajahan

Selama puluhan tahun, narasi yang dibangun media dan kekuatan global kerap menyebut apa yang terjadi di Palestina sebagai “konflik”. Padahal, istilah konflik menggambarkan dua pihak yang seimbang dalam kekuatan dan memiliki kepentingan yang saling bertentangan. Kenyataannya, apa yang terjadi di Palestina adalah bentuk nyata dari penjajahan sistematis oleh Israel terhadap tanah dan rakyat Palestina.

Dr. Adian Husaini, seorang ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia, dalam bukunya Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal [1], menyatakan bahwa istilah “konflik” hanya memperlemah posisi Palestina dan menyamarkan kezaliman Israel. “Ini bukan konflik, tapi penjajahan yang terang-terangan dan terus dibiarkan dunia,” tulisnya.

Penjajahan ini bermula dari peristiwa Nakba tahun 1948, ketika lebih dari 750.000 warga Palestina diusir secara paksa dari tanah mereka oleh milisi Zionis untuk mendirikan negara Israel. Sampai hari ini, pendudukan wilayah-wilayah seperti Tepi Barat dan pengepungan total atas Gaza adalah bentuk kolonialisme modern. Menurut Syaikh Dr. Yusuf al-Qaradawi, “Pendudukan atas Masjid Al-Aqsa dan bumi Palestina adalah kedzaliman yang tak boleh dibiarkan umat Islam.” [2].

Di Indonesia, KH. Didin Hafidhuddin juga menegaskan bahwa membela Palestina adalah bagian dari kewajiban umat Islam melawan penjajahan. Dalam bukunya Fikih Pembangunan [3], beliau mengatakan, “Penjajahan atas suatu negeri Islam adalah bentuk kezaliman global. Dan Islam mewajibkan umatnya untuk membantu saudara seiman yang tertindas.”

Penting bagi masyarakat Muslim dan dunia internasional untuk tidak terus terjebak dalam narasi keliru. Ini bukan konflik. Ini adalah penjajahan. Maka perjuangan Palestina adalah perjuangan membebaskan negeri dari cengkeraman kolonialisme yang masih berlangsung di abad modern ini.

Catatan Kaki:

[1] Husaini, Adian. (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal. Jakarta: Gema Insani. Hal. 287.
[2] Al-Qaradawi, Yusuf. (2009). Fiqh al-Jihad. Kairo: Maktabah Wahbah. Hal. 1156.
[3] Hafidhuddin, Didin. (2009). Fikih Pembangunan. Bogor: Gema Insani. Hal. 142.

 

More From Author

Agar Tetap Bersyukur

Panitia Aksi Solidaritas Tanpa Batas, Masyarakat Karawang untuk Palestina Jilid 2, Gelar Rapat Persiapan

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories