UMIKA.ID, Oslo, Norwegia – Dalam langkah yang mengejutkan dunia investasi, Dana Pensiun Pemerintah Norwegia (Norwegian Government Pension Fund Global) resmi mengumumkan penarikan seluruh investasinya di 11 perusahaan Israel. Keputusan ini diumumkan pada 11 Agustus 2025 dan menjadi sorotan global karena terkait krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan publik di Norwegia dan di dunia internasional. Para pengelola dana menekankan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan “keadaan luar biasa” serta komitmen untuk menjalankan prinsip investasi etis yang lebih ketat.
Selain menarik investasi, Norwegia juga memutuskan untuk menghentikan kontrak dengan manajer aset eksternal yang sebelumnya menangani portofolio investasi di Israel. Seluruh investasi tersebut kini akan dibawa ke dalam pengelolaan internal, memastikan pengawasan lebih ketat terhadap risiko etis dan hukum internasional.
Meskipun total investasi yang dicabut hanya sebagian kecil dari portofolio Dana Pensiun Norwegia, yang memiliki nilai sekitar $2 triliun dan mencakup hampir 1,5% saham perusahaan publik global, langkah ini memiliki dampak politik yang signifikan. Norwegia secara tegas menegaskan bahwa dana publik mereka tidak boleh digunakan untuk mendukung operasi militer yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.
Keputusan ini juga mendapat perhatian dari organisasi internasional. Amnesty International menyambut baik langkah Norwegia dan menekankan pentingnya negara-negara lain mengikuti jejak tersebut untuk memastikan investasi mereka tidak berkontribusi pada pelanggaran hukum internasional.
Sebelumnya, pada Juni 2025, parlemen Norwegia sempat menolak proposal untuk memaksa dana pensiun menarik investasi dari semua perusahaan yang beroperasi di wilayah pendudukan Palestina. Namun, dengan meningkatnya tekanan publik, langkah terbaru ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam kebijakan investasi etis Norwegia.
Langkah Norwegia ini menjadi simbol penting bagi dunia internasional bahwa tanggung jawab etis dalam investasi tidak bisa diabaikan, bahkan di tengah tekanan politik dan ekonomi global.
Sumber (AP News Reuters Amnesty International)
