Muslim dan Tren Hijrah: Gaya atau Hakikat?

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena hijrah menjadi tren yang cukup ramai di kalangan umat Islam, khususnya generasi muda. Hijrah yang awalnya bermakna berpindah dari kehidupan yang jauh dari syariat menuju kehidupan yang dekat dengan Allah, kini seringkali terjebak dalam ranah gaya dan simbol semata. Mulai dari perubahan pakaian hingga aktivitas sosial media, banyak yang memaknai hijrah hanya sebagai tampilan luar. Padahal, hijrah sejati menuntut perubahan akidah, akhlak, dan cara hidup secara total.

Sebagai cerminan hijrah yang hakiki, kita bisa mencontoh para mualaf yang memeluk Islam bukan karena tren, tetapi karena keyakinan dan pemahaman yang mendalam. Mereka meninggalkan agama lama, menghadapi tekanan keluarga, bahkan kehilangan pekerjaan, hanya demi meraih ridha Allah. Dalam buku Dakwah kepada Non-Muslim disebutkan bahwa banyak mualaf yang justru lebih istiqamah dalam ibadah dan akhlaknya dibandingkan sebagian muslim dari lahir. Hal ini menunjukkan bahwa keikhlasan menjadi kunci utama dalam hijrah [1].

Perbedaan mencolok antara hijrah karena Allah dan hijrah karena tren sangat tampak dari konsistensinya. Mereka yang hijrah karena tren mudah goyah saat lingkungan berubah atau ketika godaan dunia datang. Sebaliknya, mereka yang hijrah karena iman, tetap teguh walau menghadapi ujian. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ

“Barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat…” (QS. Al-Baqarah: 256)

Dalam buku Hijrah: Perjalanan Menuju Allah ditegaskan bahwa hijrah adalah perpindahan hati sebelum penampilan. Artinya, perubahan lahiriah harus dibarengi dengan perubahan batiniah [2].

Oleh karena itu, mari kita hijrah dengan benar. Hijrah bukan sekadar tren, tapi sebuah proses perubahan total karena Allah. Niatkan hijrah untuk mencari ridha-Nya, bukan pengakuan manusia. Dan yang paling penting, hijrahlah dengan istiqamah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ”

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten walaupun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6465)

Semoga kita termasuk orang-orang yang hijrahnya diterima oleh Allah dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.

Daftar refrensi :
[1] Abu Ammar Al-Madani, 2017, Jakarta: Pustaka Ibnu Umar, hlm. 88
[2] Salim A. Fillah, 2019, Yogyakarta: Pro-U Media, hlm. 132

More From Author

Pandangan Islam Menurut Tokoh Dunia

Manfaat Buah Alpukat Bagi Kesehatan dan Cara Mengkonsumsinya

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories