Menlu Malaysia Kutuk Kekejaman di Gaza: Serukan ASEAN Bertindak Tegas

UMIKA.ID, Kuala Lumpur,– Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hassan, mengutuk keras kekejaman yang terus berlangsung terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Dalam pernyataan tegasnya, ia menyoroti “ketidakpedulian dan standar ganda” dunia internasional atas penderitaan rakyat Palestina dan memperingatkan tentang “terkikisnya kesucian hukum internasional”.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang digelar Ahad malam (25/5) menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) regional di Kuala Lumpur, Hassan menekankan bahwa ASEAN tidak bisa tinggal diam menyaksikan tragedi kemanusiaan yang berlangsung di Gaza.

“ASEAN tidak bisa tinggal diam,” kata Hassan di hadapan para diplomat kawasan. “Diperlukan sikap kolektif yang lebih kuat untuk merespons eskalasi yang terus memburuk.”

Seruan Kuat untuk Aksi Bersama

Pernyataan ini mencerminkan posisi Malaysia yang konsisten dalam mendukung Palestina dan menunjukkan keprihatinan mendalam atas minimnya tindakan efektif dari komunitas internasional. Hassan menyuarakan bahwa penduduk Gaza saat ini hidup dalam blokade yang keras, yang tetap diberlakukan meskipun terdapat seruan internasional berulang kali untuk membuka akses bantuan kemanusiaan.

Blokade tersebut, menurutnya, bukan hanya melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan, tetapi juga mencederai norma hukum internasional yang seharusnya melindungi warga sipil dalam situasi konflik.

Dukungan ASEAN terhadap Palestina

Para menteri luar negeri ASEAN sebelumnya, pada pertemuan Februari 2025, telah menyatakan dukungan tegas terhadap hak-hak Palestina, termasuk mendesak solusi dua negara dan diakhirinya penjajahan Israel atas wilayah Palestina.

Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Malaysia berperan penting dalam membawa isu Palestina ke meja diplomasi regional. Negara itu telah menyalurkan lebih dari $10 juta (lebih dari Rp150 miliar) dalam bentuk bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak dimulainya agresi brutal Israel pada 7 Oktober 2023.

Jumlah Korban Tembus 53.000 Jiwa

Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah warga Palestina yang gugur akibat perang pemusnahan oleh Israel telah mencapai 53.901 jiwa, dengan mayoritas korban merupakan wanita dan anak-anak. Sejak Israel melanjutkan operasi militernya pada 18 Maret 2025—setelah jeda gencatan senjata selama dua bulan—lebih dari 3.700 jiwa kembali melayang.

Peningkatan jumlah korban ini semakin menegaskan kebutuhan mendesak akan tindakan internasional, bukan hanya dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga dalam tekanan diplomatik dan hukum terhadap Israel.

Malaysia Tak Punya Hubungan Diplomatik dengan Israel

Malaysia, sejak lama, adalah pendukung utama perjuangan Palestina di kawasan Asia Tenggara. Negara ini juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menyerukan boikot terhadap entitas Zionis, baik secara politik, ekonomi, maupun budaya.

Mohamad Hassan menutup pernyataannya dengan ajakan kepada negara-negara ASEAN lainnya untuk menyatukan sikap dan menjadikan Gaza sebagai isu utama kemanusiaan dan keadilan global yang perlu ditindaklanjuti secara nyata.

Sumber: suaraislam

More From Author

Hikmah yang Bisa Diambil dari Ibadah Qurban

Irlandia Siap Larang Perdagangan dengan Perusahaan ‘Israel’ di Wilayah Pendudukan Palestina

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories