Pembulian di sekolah merupakan masalah yang serius yang dapat memiliki dampak jangka panjang yang merugikan bagi korban maupun pelaku. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi atau menghentikan tindakan tersebut, pembulian masih terjadi di banyak institusi pendidikan.[1]
Ada beberapa sebab utama mengapa pembulian terus terjadi di sekolah, dan pemahaman terhadap sebab-sebab ini dapat membantu dalam menciptakan solusi yang efektif. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan pembulian di sekolah:
Kurangnya Pengawasan dan Pembinaan
Salah satu penyebab utama pembulian di sekolah adalah kurangnya pengawasan dan pembinaan dari pihak sekolah. Ketika guru dan staf tidak memantau interaksi antar siswa dengan cermat, situasi yang memicu pembulian dapat terjadi tanpa terdeteksi.
Bullying terjadi biasanya saat jam-jam kosong, jam istriahat, dan saat guru tidak ada dikelas. Alasanya karena siswa akan melakukan kekerasan saat tidak ada guru karena siswa masih ada rasa takut kepada gurunya/
Budaya Sekolah yang Tidak Mendukung
Budaya sekolah yang memperbolehkan atau bahkan memperkuat perilaku agresif dan intimidasi dapat memperburuk masalah pembulian. Ketika sekolah tidak menegakkan norma-norma perilaku yang positif dan menghukum pelaku pembulian dengan tegas, tindakan tersebut menjadi lebih mungkin terjadi.
Budaya sekolah terjadinya pembulian biasanya karena di lingkungan sekolah ada budaya senioritas, sehingga ketika budaya itu ada, maka aka nada generasi selanjutnya yang akan meneruskan budaya seperti ini.
Kurangnya Keterlibatan Orangtua
Orangtua yang kurang terlibat dalam kehidupan sekolah anak-anak mereka mungkin tidak menyadari bahwa anak mereka terlibat dalam perilaku pembulian. Kurangnya dukungan dan bimbingan dari orangtua dapat membuat anak merasa tidak ada yang peduli atau bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Peran orang tua sangat diperlukan. Jika anak pembuli bisasanya karena kurangnya pendidikan empati kepada anaknya. Sehingga anak akan dengan mudah membuli temannya yang lemah. Jika pada posisi korban, peran orang tua terletak pada sikap berani anak menghadapi pembuli, sehingga pembulian tidak terjadi.[2]
Ketidakadilan Sosial dan Diskriminasi
Pembulian sering kali terjadi sebagai bentuk ekspresi dari ketidakadilan sosial dan diskriminasi. Siswa yang dianggap berbeda atau dianggap lemah secara sosial atau fisik lebih rentan menjadi korban pembulian oleh sesama siswa yang ingin menunjukkan dominasi atau kekuatan.
Kurangnya Kesadaran akan Dampak Negatif
Beberapa siswa mungkin tidak menyadari dampak emosional dan psikologis yang merugikan dari tindakan pembulian. Mereka mungkin melihatnya sebagai sesuatu yang biasa atau sebagai cara untuk mendapatkan kekuasaan atau populeritas di antara rekan-rekan mereka.[3]
Solusi untuk mengatasi masalah pembulian di sekolah harus mencakup pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah, orangtua, dan masyarakat. Ini mungkin termasuk kampanye anti-pembulian yang meningkatkan kesadaran akan dampak negatifnya, pelatihan bagi guru dan staf sekolah tentang bagaimana mendeteksi dan menangani pembulian, serta penegakan norma perilaku yang positif di lingkungan sekolah. Dengan langkah-langkah seperti itu, diharapkan pembulian di sekolah dapat diminimalkan atau bahkan dihentikan sepenuhnya, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi semua siswa.
Wallahua’lam.
Referensi:
[1] ELA ZAIN ZAKIYAH, SAHADI HUMAEDI, and MEILANNY BUDIARTI SANTOSO, ‘Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Dalam Melakukan Bullying’, Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4.2 (2017), 324–30 <https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14352>.
[2] Arifin Maria Natalia Bete, ‘Peran Guru Dalam Mengatasi Bullying Di Sma Negeri Sasitamean Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka’, Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 8.1 (2023), 15–25.
[3] Aulia Citra Patima Ali, ‘Fenomena Bullying Siswa Dan Upaya Penanganannya’, Bimbingan Dan Konseling, 1 (2022), 10 <http://eprints.unm.ac.id/25310/1/jurnal Aulia.pdf>.
***

Tentang Penulis
Judul asli artikel “MENGAPA PEMBULIAN MASIH TERJADI DI SEKOLAH” ditulis oleh Ustadz A Khaerul Mu’min, M.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen STEI Bina Cipta Madani Karawang serta Penulis Karya Ilmiah
Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :
Laki-laki : +62857-1513-1978
Perempuan : +62855-1777-251
