MBBY : Nabi Muhhamd Anak Yatim Yang Berakhlak Karimah

Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal akhlak. Meskipun beliau adalah seorang anak yatim sejak kecil, Nabi Muhammad SAW mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia (karimah), yang menjadi panutan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Kehidupan Nabi Muhammad sebagai Anak Yatim

Nabi Muhammad SAW lahir tahun 570 Masehi di kota Mekah. Ayahnya, Abdullah, meninggal dunia sebelum beliau lahir, menjadikan Nabi Muhammad SAW seorang yatim sejak lahir. Ketika berusia enam tahun, ibunya, Aminah, juga meninggal dunia, sehingga beliau menjadi yatim piatu. Setelah itu, kakeknya, Abdul Muthalib, merawatnya hingga beliau berusia delapan tahun. Setelah kakeknya meninggal, pamannya, Abu Thalib, mengambil alih tanggung jawab merawat dan membesarkannya.[1]

Akhlak Karimah Nabi Muhammad

Meskipun tumbuh sebagai anak yatim piatu, Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki akhlak yang sangat mulia. Allah SWT memuji akhlak beliau dalam Al-Qur’an, yang tercermin dalam firman-Nya:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam [68]: 4)

Selain itu, dalam hadits, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)[2]

Beberapa contoh akhlak karimah yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW antara lain:

  1. Kejujuran: Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai “Al-Amin” (yang dapat dipercaya) karena kejujurannya yang luar biasa. Bahkan sebelum diangkat menjadi nabi, masyarakat Mekah mengakui kejujuran beliau dalam segala hal.
  2. Kasih Sayang: Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan kasih sayang yang besar, terutama kepada anak-anak, yatim piatu, dan orang-orang lemah. Dalam hadits disebutkan, beliau bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau meriwayatkan:

أَنَّ الأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ ».

“al-Aqra’ bin Habis suatu ketika melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium al-Hasan -cucu beliau-, maka dia berkata: ‘Saya memiliki sepuluh orang anak namun saya belum pernah melakukan hal ini kepada seorang pun di antara mereka.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafazh Muslim)

  1. Kesabaran: Nabi Muhammad SAW menunjukkan kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan selama hidupnya, baik sebelum maupun sesudah diutus sebagai nabi.
  2. Keadilan: Nabi Muhammad SAW selalu berusaha bersikap adil dalam segala urusan. Beliau bersabda:

«إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا»

Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di mimbar-mimbar dari cahaya.” (HR. Muslim)

  1. Kedermawanan: Nabi Muhammad SAW sangat dermawan, selalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Dalam hadits disebutkan, beliau bersabda:

فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung” (HR. Bukhari no. 2075, Muslim no. 1042).[3]

Dalil-Dalil Terkait Akhlak Karimah Nabi Muhammad

Selain firman Allah dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang telah disebutkan, banyak lagi dalil yang menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW. Salah satu contohnya adalah ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk bersabar dan memperlakukan orang lain dengan baik:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۖ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Ali Imran [3]: 159)

Dalam hadits lain, Aisyah RA, istri Nabi Muhammad SAW, pernah ditanya tentang akhlak beliau. Ia menjawab:

 فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ

Akhlaknya adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim  no. 746)

Ini menunjukkan bahwa seluruh perilaku Nabi Muhammad SAW mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Foto Kegiatan Ustad Khaerul Mu’min

Kesimpulan

Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna dalam hal akhlak, yang menunjukkan bahwa meskipun tumbuh sebagai anak yatim, seseorang dapat mencapai puncak kemuliaan dalam akhlak dan perilaku. Kejujuran, kasih sayang, kesabaran, keadilan, dan kedermawanan adalah beberapa sifat mulia yang selalu beliau tunjukkan dalam kehidupannya. Dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, kita dapat memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik, yang diridhai oleh Allah SWT.

[1] Supriyadi, Dedi, Sejarah Peradaban Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2008).

[2] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273 (Shahiihul Adabil Mufrad no. 207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 45).

[3] Zaen Musyirifin, ‘Implementasi Sifat-Sifat Rasulullah Dalam Konseling Behavioral’, Al – Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 11.2 (2020), 151–59 <https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alirsyad/article/view/2088>.

***

Tentang Penulis
Judul asli artikel “MBBY : Nabi Muhhamd Anak Yatim Yang Berakhlak Karimah” ditulis oleh Ustadz A Khaerul Mu’min, M.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen STEI Bina Cipta Madani Karawang serta Penulis Karya Ilmiah
Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :
Laki-laki : +62857-1513-1978
Perempuan : +62855-1777-251

More From Author

Turut Belasungkawa atas Syahidnya Ismail Haniyeh, Kami Kecam Serangan Kekejaman Z1onis Isra3l

Tanya Jawab UMIKA : Menyikapi Keluarga Yang Lari Dari Tanggung Jawab

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories