Kumpulan Doa Agar Terlepas dari Kesusahan Hidup

Setiap manusia pasti menghadapi kesusahan hidup, baik berupa ujian fisik, mental, maupun spiritual. Dalam Islam, doa adalah senjata utama untuk meminta pertolongan kepada Allah. Berikut adalah kumpulan doa dari Al-Qur’an dan hadis yang dapat diamalkan agar terlepas dari kesusahan hidup.
  1. Doa Nabi Yunus
Doa ini diucapkan oleh Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan paus:

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87).
Menurut Al-Ghazali, doa ini mengandung makna pengakuan akan keesaan Allah dan pengakuan dosa, yang menjadi syarat dikabulkannya doa. [1]
  1. Doa Memohon Kemudahan
Doa ini dianjurkan Rasulullah SAW ketika menghadapi kesulitan:

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau jadikan kesedihan, jika Engkau kehendaki, menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban).

Hadis ini dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah sebagai bentuk penyerahan total kepada Allah agar kesedihan menjadi ringan.[2]
  1. Doa Perlindungan dari Kesulitan
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini untuk memohon perlindungan dari berbagai bentuk kesulitan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

Imam An-Nawawi menyebut doa ini sebagai komprehensif karena mencakup berbagai bentuk kesulitan hidup.[3]
  1. Doa Memohon Kecukupan
Doa ini diambil dari hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud:
Artinya: “Ya Allah, cukupkan aku dengan yang halal dari-Mu dan jauhkan aku dari yang haram. Dan cukupkan aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain Engkau.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3563).
Ibnu Katsir menafsirkan doa ini sebagai permohonan agar Allah mencukupkan kebutuhan duniawi dan akhirat.[4]
Penutup
Doa-doa ini tidak hanya sebagai permohonan verbal, tetapi juga menjadi wujud ketundukan kepada Allah. Mengamalkan doa disertai keyakinan penuh akan pertolongan-Nya adalah kunci utama untuk terlepas dari kesusahan hidup. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita dan meringankan segala kesulitan yang dihadapi.
[1] Al-Ghazali, 1994, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, hlm. 120
[2] Ibnu Qayyim, 2003, Ad-Da’ wa Ad-Dawa’, Riyadh: Dar al-‘Aqidah, hlm. 145
[3] An-Nawawi, 2001, Kitab al-Adzkar, Kairo: Maktabah al-Misykah, hlm. 234
[4] Ibnu Katsir, 2003, Tafsir Al-Qur’an Al-Azim, Riyadh: Darussalam, hlm. 457

More From Author

Parenting bagi Generasi Digital (Tak) Harus Ideal

Kisah Isra Mi’raj yang Menjadi Penghibur Rasulullah SAW

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories