Kerugian Mendatangi “Orang Pintar”

Dukun atau yang sering juga disebut dengan ‘orang pinter’, adalah suatu profesi yang tidak asing kedengarannya di telinga masyarakat Indonesia pada umumnya. Walaupun nama atau istilahnya berbeda antar satu daerah dengan yang lainnya, dukun adalah profesi yang sangat popular masyarakat.

Keterlibatan mereka dalam kehidupan masyarakat selama ini sangat kuat, apalagi orang pintar kadang disebut ustad, kiyayi, dan juga pak haji, kadang juga orang pintar sudah mempunyai pondok pesantren sehingga menutupi dosa kesyirikan karena disebut ustad, kiyayi yang notabene sebagai orang Islam, jadi tidak termasuk dosa.

Beberapa waktu lalu penulis di mintai tolong, seorang istri yang kesurupan lidah menjulur keluar dan tidak berhenti-henti hingga tidak bisa tidur. Karena paniknya keluarga, semua orang yang “bisa” di panggil untuk menyadarkan pasien.

Lucunya saat ada ustad dukun mengatakan “ini kasusnya disihir orang dengan mengirim raja jin, jadi harus banyak ustd dan kiyayi untuk bareng-bareng mengeluarkan”. Keluarga bingung, karena jadi seudzon dan berfikir keuangan yang harus di siapkan.

Sumber:Penulis berdakwah masalah kesyirikan

penulis mengatakan “ngapain repot-repot, diemin saja, nnt jam 7 pagi juga sadar dan tidur pules”. Kalau kata ustad dukun bilang “susah disembuhin”. Setelah di tunggu, qodarullah diagnosa tepat tepat, jam 7 Pagi pasien bisa mengusai tubuh dan tidur pulas. Saat teman yang memanggil uskun melihat pasien tidur, diapun tertunduk Malu.

Termasuk Dosa Kesyirikan

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” [1]

Allah Ta’ala juga berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang berbuat syirik terhadap Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72).

Dua dalil diatas menunjukan bahwa datang ketukang ramal, dukun atau orang pintar termasuk perbuatan syirik. Allah mengapuni dosa selain syirik tetapi tidak akan mengampuni dosa syirik selama seseorang itu merasa tidak masalah datang ketukang ramal, dukun atau orang pintar.

Maka lebih baik menghindari bertanya atau mendatangi tukang ramal sehingga terhindar dari dosa syirik. Dosa syirik inilah yang membuat seseorang akan dimasukan kedalam neraka. Banyak orang yang menginginkan dagang laris, usaha lancer dan menggadaikan akheratnya hanya untuk duniawi.

Rugi Imateri
Dari pengalaman diatas menunjukan bahwa jika seseorang yang mendatangi tukang ramal, dukun atau orang pintar akan dirugikan secara imateri. Kerugian Imateri adalah kerugian yang tidak telrihat secara fisik.

Kerugian imateri contohnya rasa takut, rasa cemas, was-was dan lain-lain. Orang yang datang ketukang ramal, dukun atau orang pintar pasti akan diberikan rasa takut seperti “ini sihir dari orang yang tidak suka”,”ini susah untuk dikeluarkan”, kata-kata inilah yang akan membuat keluarga yang datang kemereka akan rugi secara imateri.

Rugi Materi
Selain rugi secara imateri seseorang yang mendatangi tukang ramal, dukun atau orang pintar akan dirugikan secara materi. Biasanya orang pintar, tukang ramal atau dukun akan memberikan penjelasan yang membuat rasa takut yang kemudian akan memberikan syarat yang harus mengeuarkan uang.

Orang yang sudah terhasud akan membeli barang yang dikeluarkan oleh mereka, terkadang untuk kesembuhan harus membeli batu, benda yang harganya tidak masuk akal. Orang yang sudah termakan omongan dukun, maka dia akan memberikan apapun selama bisa membuat sembuh, jualan lancar dan lain-lainya.

Itulah penjelasan kerugian-kerugian yang diperoleh dari mendatangi tukang ramal, dukun atau orang pintar, didunia rugi diakheratpun rugi. Masihkan anda akan datang ke orang pintar, dukun atau tukang ramal? Ingat mereka kadang dipanggil ustad, kiyayi pa haji dan lain-lainya untuk menutupi perbuatan kesyirikannya.
Wallahua’lam

Referensi:

  1. HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan

***
Tentang Penulis
Judul asli artikel “KERUGIAN MENDATANGI “ORANG PINTAR”” ditulis oleh Ustadz A Khaerul Mu’min, M.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen STEI Bina Cipta Madani Karawang serta Penulis Karya Ilmiah
Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :
Laki-laki : +62857-1513-1978
Perempuan : +62855-1777-251

More From Author

Pandangan Hukum Kasus Motivator Dewa Eka Prayoga

Cara Membedakan Dukun Berkedok Ustadz, Orang Pintar, Kiyai dan Pa Haji

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories