Ancaman Serangan AS ke Iran Kian Nyata, Warga Teheran Siaga dan Dunia Internasional Bereaksi

NEWS.UMIKA.ID,- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam. Ancaman serangan terbatas yang disampaikan Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran luas di Teheran, terutama di kalangan warga sipil yang masih menyimpan trauma konflik sebelumnya.

Pekan lalu, Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi militer jika kesepakatan terkait program nuklir Iran tidak tercapai dalam waktu dekat. Pemerintah Iran merespons tegas. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa serangan sekecil apa pun akan dianggap sebagai tindakan agresi dan akan dibalas.

Warga Teheran Bersiap Hadapi Kemungkinan Terburuk

Di ibu kota Teheran, kecemasan terasa nyata. Hamid, seorang warga setempat, mengaku sulit tidur meski sudah mengonsumsi obat. Ia mengaku tak lagi memikirkan dirinya sendiri, melainkan masa depan anak dan cucunya.

“Saya sudah menjalani hidup saya, tetapi mereka belum benar-benar merasakan kedamaian,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan Hanieh, seorang perajin keramik yang memperkirakan perang bisa terjadi dalam hitungan hari. Ia telah menimbun bahan makanan pokok sebagai langkah antisipasi.

Pengalaman pahit selama perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 masih membekas. Saat itu, serangan udara Israel menghantam sejumlah fasilitas militer dan lokasi nuklir Iran, termasuk area strategis yang berkaitan dengan program energi nuklir.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel. Ribuan warga Iran dan puluhan warga Israel dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Ultimatum 15 Hari dan Tekanan Negosiasi Nuklir

Menurut laporan France24, Washington memberi waktu maksimal 15 hari bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan baru. Iran menyatakan siap menyerahkan rancangan proposal melalui mediator dalam waktu dekat.

Fokus utama perundingan adalah program nuklir Iran, termasuk aktivitas di fasilitas seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Iran menegaskan program tersebut murni untuk kepentingan sipil, namun negara-negara Barat mencurigai adanya ambisi pengembangan senjata nuklir.

AS juga mendorong agar program rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata regional turut dibahas dalam negosiasi. Sementara itu, Iran membatasi pembahasan hanya pada isu nuklir.

Putaran kedua perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman di Swiss telah selesai pekan lalu. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, di tengah tekanan politik dan militer yang terus meningkat.

Negara-Negara Asing Imbau Warganya Tinggalkan Iran

Situasi yang memburuk mendorong sejumlah negara mengeluarkan imbauan evakuasi. India menyusul langkah Swedia, Serbia, Polandia, dan Australia yang lebih dulu meminta warganya meninggalkan Iran.

AS juga memerintahkan staf nondarurat meninggalkan kedutaannya di Lebanon, yang dikenal sebagai basis kelompok Hizbullah—sekutu dekat Iran.

Di sisi lain, China memperingatkan Washington agar tidak memperkeruh situasi. Dalam konferensi perlucutan senjata di Jenewa, perwakilan China menegaskan penolakan terhadap penggunaan kekuatan sepihak dalam hubungan internasional.

Bayang-Bayang Perang di Timur Tengah

Krisis terbaru ini kembali menempatkan kawasan Timur Tengah dalam bayang-bayang konflik berskala besar. Ketegangan antara Iran, AS, dan Israel berpotensi meluas, terlebih dengan sejarah konfrontasi langsung yang belum lama terjadi.

Bagi warga Teheran, ancaman bukan lagi sekadar wacana geopolitik, melainkan kenyataan yang mengganggu ketenangan hidup sehari-hari. Stok makanan, baterai, dan air kemasan kini menjadi simbol kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

Dunia kini menanti, apakah diplomasi akan berhasil meredam eskalasi, atau justru kawasan ini kembali terseret ke dalam pusaran konflik baru.

More From Author

Quotes Ramadhan 2026: Menyambut Ramadhan dengan Semangat Baru

FASE MAGHFIRAH: Menembus Titik Kritis Menuju Samudera Ampunan

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories