Sebuah kisah tentang rindu & kehilangan”Abdullah Gaza (Azamy Syauqi) atau biasa dipanggil Gaza adalah bocah yatim piatu. Ayahnya seorang relawan kemanusiaan meninggal dunia sekembalinya dari Palestina.
Sejak kematian Ayahnya, Gaza dititipkan dirumah panti yang dikelola Ustazah Dewi (Oki Setiana Dewi) dan adiknya Rafah Shafira (Cut Syifa). Di sana Gaza bertemu dengan Hayya (Amna Shahab) gadis kecil asal Palestina yang telah empat tahun tinggal dan berusaha mencari kedamaian di negeri ini.
Genosida di Palestina membuat Hayya urung dipulangkan ke tanah kelahirannya. Di rumah panti, lambat laun hubungan Gaza dan Hayya pun menjadi dekat. Bagi Hayya kehadiran Gaza layaknya pengobat rindu, mengingat namanya mirip dengan tanah kelahirannya. Kehidupan mereka pun kembali ceria, saling mengisi satu sama lain, hingga suatu peristiwa buruk, kembali mengintai, dan mengancam nyawa mereka.
Film Hayya 3: Gaza dijadwalkan tayang di bioskop mukai 12 Juni 2025. Meski mendapatkan klasifikasi 13 tahun dari Lembaga Sensor Film (LSF), Helvy Tiana Rosa selaku produser, menegaskan bahwa film tersebut aman ditonton oleh seluruh keluarga termasuk anak-anak.
Helvy menjelaskan, film ini mendapat rating 13 tahun karena menayangkan beberapa adegan kondisi di Gaza, Palestina. Namun menurut dia, kisah dan seluruh adegan di film ini jauh lebih sman dibandingkan dengan film populer lainnya yang menampilkan adegan kekerasan atau romansa dewasa.
“Film ini sangat aman. Tidak ada adegan kekerasan ekstrem atau konten dewasa. Bahkan lebih aman sih daripada kayak ‘Spiderman’ yang ada kissing-nya. Jadi walaupun 13 tahun, saya sarankan ajak anak-anaknya untuk nonton dan dampingi oleh orang tua,” kata Helvy dalam sosialisasi film Gaza di AQL Islamic Center, Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Helvy mengungkapkan film ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga sarana literasi tentang isu Palestina bagi keluarga di Indonesia. Ia menilai, penyampaian melalui medium film jauh lebih mudah dipahami, terutama oleh anak-anak.
“Jadi untuk anak-anak, remaja, sangat direkomendasikan menonton film ini. Pesannya sangat kuat dan menyentuh,” kata dia.
Sementara itu, Ustadz Bachtiar Nasir yang turut hadir di acara sosialisasi film, menekankan bahwa Hayya 3: Gaza merupakan film penting dan bermakna. Selain sebagai bentuk edukasi, menurutnya film ini menjadi salah satu bentuk solidaritas nyata terhadap kemerdekaan Palestina.
Sumber : republika
