Islam Agama Damai, Tapi Bukan Agama yang Membenarkan Kezaliman

NEWS.UMIKA.ID,- Belakangan ini beredar luas di media sosial, khususnya Facebook, potongan video berdurasi singkat—rata-rata sekitar 15 detik—yang menampilkan sosok yang disebut sebagai ustadz sedang berdiri di hadapan santri dan santriwati. Dalam video tersebut disertai caption:

 “Islam itu damai. Apa untungnya kita membenci Israel? Bukankah damai itu indah?”

Video itu juga memperlihatkan sosok tersebut memegang bendera Israel berukuran besar.

Sekilas, pesan yang disampaikan terdengar benar. Namun setelah ditelaah lebih jauh, video-video serupa yang tersebar luas ini diduga kuat merupakan hasil teknologi kecerdasan buatan (AI) berbayar, yang saat ini semakin mudah digunakan untuk merekayasa visual, suara, bahkan ekspresi tokoh agama secara meyakinkan.

 

Ancaman Disinformasi di Era AI

Perkembangan teknologi AI memang membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga membuka peluang manipulasi opini publik. Video berdurasi sangat singkat, tanpa konteks utuh, tanpa identitas jelas, serta tanpa rekaman utuh lokasi dan waktu, patut dicurigai sebagai konten rekayasa atau setidaknya konten yang disengaja untuk memancing reaksi emosional.

Islam mengajarkan prinsip kehati-hatian dalam menerima informasi.

 

Allah Ta’ala berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian suatu berita, maka telitilah (tabayyun).”

(QS. Al-Hujurat: 6)

 

Menyebarkan video yang belum jelas kebenarannya—terlebih jika berpotensi menyesatkan umat—bukanlah sikap yang diajarkan Islam.

 

Islam Itu Damai, Namun Damai yang Berkeadilan

Tidak ada perdebatan bahwa Islam adalah agama damai. Rasulullah ﷺ adalah pembawa rahmat bagi seluruh alam.

 

 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya: 107)

Namun perlu ditegaskan, damai dalam Islam tidak pernah dimaknai sebagai sikap pasif terhadap penjajahan dan kezaliman. Islam menolak kedamaian semu yang dibangun di atas penderitaan pihak yang tertindas.

 

Menolak Kezaliman Bukan Kebencian

Kritik terhadap Israel bukanlah kebencian atas dasar agama atau etnis. Yang ditolak oleh umat Islam adalah:

  • Penjajahan atas tanah Palestina
  • Pembunuhan warga sipil
  • Pengusiran paksa
  • Perampasan hak hidup dan kemerdekaan

Allah Ta’ala berfirman:

 

 لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ

“Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi.”

(QS. An-Nisa: 148)

Maka menyuarakan keberpihakan kepada Palestina adalah sikap kemanusiaan dan keimanan, bukan propaganda kebencian.

 

Simbol Penjajah dan Bahaya Normalisasi

Menampilkan simbol penjajah—seperti bendera Israel—di ruang pendidikan, terlebih jika disajikan melalui video yang diduga hasil rekayasa AI, berpotensi:

Mengaburkan batas antara korban dan pelaku

Menormalisasi penjajahan atas nama perdamaian

Membingungkan akal dan nurani generasi muda

Allah Ta’ala mengingatkan:

 

 وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.”

(QS. Hud: 113)

 

Sikap Bijak Seorang Muslim di Era Digital

Di tengah banjir konten digital dan kecanggihan AI, sikap Muslim seharusnya:

1. Tabayyun sebelum percaya dan menyebarkan

2. Tidak mudah terpancing emosi oleh potongan video singkat

3. Teguh membela keadilan dan korban kezaliman

4. Membedakan antara damai dan pembenaran terhadap kejahatan

Islam tidak mengajarkan kebencian, namun juga tidak mengajarkan pembisuan terhadap kebenaran.

 

Penutup

Islam adalah agama damai.

Namun Islam tidak pernah berdamai dengan kezaliman.

Di era AI dan manipulasi digital, umat Islam dituntut lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih berani berdiri di pihak yang benar. Jangan sampai narasi damai palsu—apalagi yang diduga hasil rekayasa teknologi—mengikis kepedulian kita terhadap penderitaan saudara-saudara yang tertindas.

Semoga Allah menjaga akal, iman, dan nurani umat ini.

More From Author

Kumpul Kebo Dipidana di KUHP 2026: Alarm Moral dan Tanggung Jawab Sosial

Perdamaian Tanpa Suara Korban: Ketika Gaza Dibicarakan, Palestina Ditinggalkan

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories