Gempuran Israel di Hari Pertama Idul Adha: 42 Warga Gaza Gugur

UMIKA.ID, Gaza, Palestina – UMIKA Media. Hari pertama Idul Adha yang seharusnya menjadi momen sakral penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi berdarah di Gaza. Serangan udara Israel pada Jumat (7/6/25) dini hari menghantam sejumlah wilayah permukiman di Jalur Gaza yang padat penduduk, menewaskan sedikitnya 42 warga sipil Palestina yang tengah bersiap merayakan Idul Adha.

Dilansir Al Jazeera, serangan dimulai sejak fajar dan menyasar beberapa area di utara hingga selatan Gaza. Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara menerima mayoritas korban tewas, sementara lima jenazah dikirim ke Rumah Sakit Al-Ahli di Kota Gaza dan dua lainnya ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah.

“Ini adalah pengingat yang sangat suram tentang apa yang telah mereka hilangkan dan bagaimana mereka dipaksa menghadapi keadaan yang tak terbayangkan — di tengah pemboman, pengungsian, dan kehilangan,” ujar Tareq Abu-Azoum, koresponden Al Jazeera dari Deir el-Balah.

Teror yang Berulang di Hari Raya

Serangan ini menambah panjang daftar kekejaman yang menimpa warga Gaza sejak dimulainya invasi besar-besaran Israel pada Oktober 2023. Berdasarkan laporan terbaru dari otoritas kesehatan Palestina, jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Gaza telah mencapai sedikitnya 54.677 jiwa, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Tidak hanya korban jiwa, lebih dari 70% infrastruktur di Gaza dilaporkan hancur, termasuk rumah ibadah, sekolah, dan rumah sakit. Krisis kemanusiaan pun semakin memburuk dengan blokade ketat yang menghambat masuknya bantuan makanan, obat-obatan, dan logistik kemanusiaan.

Dunia Masih Bungkam?

Meski tragedi terus berulang, reaksi dunia internasional terhadap genosida yang terjadi di Gaza dinilai masih minim. Kecaman dari lembaga kemanusiaan dan beberapa negara belum dibarengi dengan langkah konkret untuk menghentikan agresi Israel. Banyak pihak mengecam diamnya negara-negara besar dan Dewan Keamanan PBB yang dinilai gagal mengambil tindakan tegas.

Sementara itu, warga Palestina yang selamat hanya bisa menggantungkan harapan pada bantuan kemanusiaan yang datang terbatas. Hari raya yang semestinya menjadi waktu untuk berkumpul dan berdoa kini berubah menjadi momen duka dan keputusasaan.

Krisis Kemanusiaan Mendesak

Lembaga kemanusiaan internasional terus menyerukan bantuan darurat bagi penduduk Gaza. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, mengungsi dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tanpa akses air bersih dan fasilitas medis.

Serangan terbaru ini menandai bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman di Gaza, bahkan saat umat Islam di seluruh dunia tengah bersujud merayakan hari besar keagamaan.

Editor: UMIKA Media Desk
Sumber: Al Jazeera, Otoritas Kesehatan Palestina, Kumparan

More From Author

Yayasan Umika Fatimah Az-Zahra Karawang Ajak Masyarakat Teladani Keluarga Nabi Ibrahim di Hari Raya Idul Adha 1446 H

Seorang ayah menasihati anaknya sambil memandangi pegunungan dari kejauhan, terlihat dari belakang, dengan suasana alam yang tenang dan hijau.

Mendidik Anak Sejak Dini: Kumpulan Hadist dan Panduan Praktis

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories