UMIKA.ID, Karawang, 21 Agustus 2025 – Getaran gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Bekasi pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, menimbulkan dampak signifikan di sejumlah daerah sekitarnya. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, gempa ini merusak beberapa fasilitas publik, termasuk sekolah dan aula Kantor Kecamatan Pangkalan yang dilaporkan roboh.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada sekitar 14 hingga 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di sejumlah daerah, mulai dari Bekasi, Purwakarta, Karawang, Depok, hingga Jakarta, Bandung, dan Cianjur.
Dampak di Karawang
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, gempa mengakibatkan kerusakan di beberapa desa, seperti Kutalanggeng, Parungsari, Wanakerta, dan Mulyajaya di Kecamatan Telukjambe Barat, serta wilayah Pangkalan–Tegalwaru.
Di wilayah Loji, Kecamatan Pangkalan, kerusakan paling parah terjadi pada bangunan sekolah dan aula kantor kecamatan. Sebuah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara aula Kecamatan Pangkalan roboh akibat kuatnya guncangan.
Selain itu, Puskesmas Pangkalan juga terdampak. Bagian plafon bangunan puskesmas runtuh, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, sejumlah rumah warga di Pangkalan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Tidak ada laporan kerusakan parah pada rumah tinggal di wilayah ini.
Respons Pemerintah Daerah
Kepala BPBD Karawang, melalui keterangan resmi, menyebutkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan lapangan terkait jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak. “Tim kami bersama aparat kecamatan dan relawan sudah diturunkan untuk melakukan asesmen cepat. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat,” ujarnya.
Hingga Kamis pagi, tercatat setidaknya 19 rumah warga di Karawang terdampak gempa, dengan tingkat kerusakan bervariasi. Selain itu, satu rumah ibadah di wilayah Bekasi juga dilaporkan rusak akibat guncangan.
Guncangan Dirasa Luas
BMKG menjelaskan bahwa gempa Bekasi ini tidak berpotensi tsunami, namun guncangannya terasa cukup luas. Sejumlah warga di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Lebak, Banten, mengaku merasakan getaran kuat selama beberapa detik.
“Gempa ini termasuk dangkal, sehingga wajar bila guncangan terasa signifikan di wilayah permukiman padat,” terang BMKG dalam pernyataan resminya.
Kondisi Terkini
Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, warga di Loji, Pangkalan, dan sekitarnya masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mencatat sedikitnya enam kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama, meski dengan magnitudo lebih kecil.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga juga diminta segera melapor ke perangkat desa atau BPBD apabila menemukan kerusakan bangunan yang membahayakan.
Sumber: BMKG, BPBD Karawang, DetikNews, MetroTV News, KBE Online.
