GAZA HANCUR LEBUR: Israel Telah Jatuhkan 100 Ribu Ton Bom, Lebih dari 62 Ribu Warga Palestina Menjadi Korban

UMIKA.ID, Gaza City – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memuncak. Sejak serangan besar-besaran dimulai pada Oktober 2023, Israel telah menjatuhkan lebih dari 100.000 ton bahan peledak di wilayah Gaza, setara lebih dari 100 kiloton. Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Gaza dan dilansir oleh Anadolu Agency.

Serangan yang telah berlangsung selama 19 bulan itu digambarkan sebagai bentuk genosida sistematis. Lebih dari 62.000 warga Palestina dilaporkan tewas atau hilang, dan tercatat lebih dari 12.000 insiden pembantaian terjadi selama konflik berkepanjangan ini.

Gaza sudah hampir hancur. Niat pemerintah Israel jelas: setelah membuat Gaza tidak dapat dihuni, warga Palestina yang tersisa akan diusir, dipindahkan, dan dievakuasi. Atau mereka akan mati di tempat, akibat pemboman lebih lanjut, juga karena kelaparan dan penyakit,” ujar William Astor, pensiunan letnan kolonel Angkatan Udara AS dan kini profesor sejarah, seperti dikutip Alquds.

Astor yang juga peneliti senior di Eisenhower Media Network (EMN) menuding bahwa pemerintah Amerika Serikat turut andil dalam kehancuran ini.

Pemerintah AS memasok semua bom yang dibutuhkan Israel untuk menghancurkan Gaza. Mereka juga memberikan perlindungan diplomatik dan militer, sementara Israel menerapkan solusi terakhirnya untuk konflik Gaza,” tegasnya.

Kecaman Internasional Meluas

Gelombang kecaman dari berbagai negara dan lembaga internasional terus bergema. PBB, Uni Eropa, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta negara-negara seperti Turki, Malaysia, Afrika Selatan, dan Brasil menyerukan penghentian kekerasan dan gencatan senjata permanen.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut bahwa tingkat kehancuran di Gaza telah melampaui batas kemanusiaan.

Penjatuhan 100 ribu ton bom bukan hanya angka statistik. Ini adalah tragedi kemanusiaan,” katanya.

Krisis Kemanusiaan Paling Parah Abad Ini

Blokade ketat yang diberlakukan Israel di Jalur Gaza memperparah situasi. Akses bantuan medis, pangan, dan air bersih sangat terbatas. Laporan dari organisasi kemanusiaan menyebutkan bahwa lebih dari 1,7 juta warga Gaza kini hidup dalam kondisi kelaparan dan krisis kesehatan akut.

Sebagian besar infrastruktur—termasuk rumah sakit, sekolah, masjid, dan fasilitas umum—telah hancur atau tidak lagi berfungsi. Anak-anak menderita trauma berat, kekurangan gizi, dan kehilangan seluruh keluarga mereka.

Harapan Perdamaian Semakin Menipis

Berbagai inisiatif diplomatik yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan negara-negara regional sejauh ini belum membuahkan hasil yang konkret. Hamas tetap menuntut diakhirinya pendudukan dan blokade, sementara Israel bersikeras pada pelucutan senjata dan pembebasan sandera.

Sementara diplomasi mandek, warga Gaza terus menjadi korban dari siklus kekerasan yang tiada akhir.

Editor: Redaksi
Sumber: Anadolu Agency, Alquds, PBB, Eisenhower Media Network
Foto: aa.com.tr
Hak Cipta: Bebas dikutip sebagian dengan menyebut sumber

More From Author

Jangan Anggap Anak Harus Serba Bisa

8 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai: Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Terlambat

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories