UMIKA.ID, Kuala Lumpur, 28 Agustus 2025 – Dukungan terhadap Palestina kembali menggema dari Asia. Misi Sumud Nusantara, bagian dari armada kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla, resmi dilepas di Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu (24/8). Upacara pelepasan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat sipil Asia, termasuk Indonesia, untuk menyatakan solidaritas kepada rakyat Gaza.
Dalam acara flag-off tersebut, hadir delegasi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, Pakistan, hingga Maladewa. Mereka akan mengarungi lautan bersama puluhan kapal lainnya membawa misi kemanusiaan menembus blokade Israel di Gaza.
Armada Sipil Terbesar
Misi Sumud Nusantara mengerahkan sekitar 20 kapal yang akan bergabung dengan Global Sumud Flotilla. Secara keseluruhan, flotilla ini melibatkan 72 kapal dari 44 negara, menjadikannya konvoi sipil terbesar dalam sejarah untuk menantang blokade Gaza.
“Ini bukan sekadar pelayaran fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Kita ingin mengetuk hati umat Islam di seluruh dunia agar peduli dan bersatu menolak kezhaliman,” kata Ustadz Bachtiar Nasir dalam pidatonya saat pelepasan.
Delegasi Indonesia
Dari Indonesia, tercatat 20 relawan ikut serta. Mereka berasal dari berbagai lembaga kemanusiaan seperti Relawan Nusantara, INH, Spirit of Aqsa (SOA), Rumah Zakat, hingga Masjid Nusantara. Beberapa organisasi bahkan mengirim kapal khusus, salah satunya Masjid Nusantara dengan dana operasional sekitar USD 100.000 untuk logistik makanan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya.
Menurut laporan, tim relawan Indonesia dijadwalkan mengikuti pelepasannya pada 29 Agustus, lalu menjalani pelatihan pada 31 Agustus, dan mulai berangkat dari Indonesia menuju Tunisia pada 4 September 2025 untuk bergabung dengan armada utama.
Misi Kemanusiaan Global
Global Sumud Flotilla merupakan hasil konsolidasi beberapa gerakan internasional seperti Freedom Flotilla Coalition, Global March to Gaza, Maghreb Sumud Convoy, dan Sumud Nusantara. Armada ini dijadwalkan berlayar dari beberapa pelabuhan besar dunia, termasuk Barcelona (31 Agustus) dan Tunis (4 September), sebelum bertemu di perairan Gaza.
Misi ini membawa pesan kemanusiaan dan perlawanan terhadap blokade yang selama hampir dua dekade menutup akses rakyat Gaza terhadap bantuan. Selain mengirimkan logistik, flotilla juga menjadi simbol solidaritas global lintas bangsa, agama, dan profesi.
Sumber: Khazanah Republika Relawan Nusantara Gazamedia.net Kumparan Masjid Nusantara Aqsa Working Group
