Dari Pel Alami ke Tanah Suci: Cecep, Pembersih Masjid Asal Sukabumi, Diundang Haji oleh Raja Salman

UMIKA.ID, Sukabumi,– Sebuah kabar haru dan membanggakan datang dari Kota Sukabumi, Jawa Barat. Muhammad Cecep Abdullah (27), seorang pembersih masjid yang dikenal lewat dedikasi ikhlasnya menjaga kebersihan rumah Allah, mendapat undangan istimewa dari Kerajaan Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2025.

Undangan ini bukanlah hal biasa. Cecep bukan pejabat, bukan pula orang kaya. Ia adalah pemuda sederhana yang telah mengabdikan dirinya secara sukarela membersihkan masjid-masjid kecil, terutama yang kurang terurus. Aksi penuhnya cinta ini menginspirasi ribuan netizen hingga menarik perhatian kerajaan penjaga dua tanah suci.

“Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka. Ini adalah hadiah terindah dari Allah yang datang di waktu terbaik. Dulu saya hanya berdoa dengan penuh harap, dan sekarang Allah kabulkan, lewat jalur kerajaan lagi,” ujar Cecep dengan mata berkaca-kaca.

Viral karena Kebersihan Masjid

Nama Cecep mulai dikenal publik saat videonya membersihkan toilet dan tempat wudhu masjid menjadi viral di media sosial. Melalui akun Instagram @cleanermasjid, Cecep secara rutin membagikan kegiatan bersih-bersih yang ia lakukan dengan penuh ketekunan.

Dengan alat sederhana dan dana pribadi, Cecep menyikat lantai, menguras tempat wudhu, hingga membersihkan toilet tanpa pamrih. Semua dilakukan demi menjaga kesucian rumah Allah SWT.

“Saya hanya ingin masjid selalu bersih, karena di situlah tempat kita menyembah Allah. Jika rumah Allah saja kotor, bagaimana kita bisa khusyuk?” katanya.

Usahanya menuai simpati luas. Tak sedikit yang menyebutnya sebagai “penjaga kesucian masjid” dan simbol nyata bahwa kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten akan berbuah besar.

“Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah menyembah selain Allah di dalamnya.”
(QS. Al-Jinn: 18)

Doa di Raudhah yang Dikabulkan

Cecep bercerita, keinginan untuk berhaji lewat jalur undangan kerajaan mulai tumbuh saat ia melihat berita tentang jamaah pilihan yang diundang langsung oleh Raja Arab Saudi.

Doa itu terus ia panjatkan, dan memuncak saat ia menjalankan ibadah umrah ketiganya pada awal 2024. Di Raudhah, Madinah—tempat yang dikenal mustajab untuk berdoa—Cecep mencurahkan harapannya di sujud terakhir.

“Ya Allah, berikan aku haji, bagaimanapun cara Engkau berikan,” kenangnya sambil menangis.

Beberapa minggu setelah pulang dari umrah, Cecep menerima tujuh panggilan tak terjawab. Saat dihubungi balik, ia berbicara dengan pimpinan salah satu stasiun televisi nasional yang menyampaikan kabar mengejutkan: Cecep diundang berhaji oleh program undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi.

“Cecep sudah haji belum?” tanya beliau. Saya jawab belum. Lalu ditanya lagi, ‘Mau haji tahun ini?’ Saya jawab, tentu sangat mau.” ceritanya.

Dari Santri ke Jalan Allah

Perjalanan spiritual Cecep dimulai sejak menjadi santri di Pondok Pesantren At-Tibyan, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada tahun 2012. Namun, keterbatasan ekonomi memaksanya berhenti dan merantau ke Jakarta.

Di ibu kota, Cecep tinggal berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lain, hidup sederhana, namun tetap membawa semangat menjaga kebersihan tempat ibadah. Inilah awal mula rutinitas membersihkan masjid dimulai.

“Cecep membersihkan masjid atas dasar cinta, bukan karena disuruh atau dibayar,” ujar seorang narasumber dalam podcast yang menampilkan kisahnya.

Titik balik datang saat ia mulai mengunggah videonya di media sosial. Tidak hanya menjadi viral, Cecep bahkan mendapat hadiah umrah dari dua dermawan yang tersentuh oleh ketulusannya.

“Alhamdulillah, qadarullah, Allah ngasih kesempatan untuk pergi ke Baitullah. Cecep diberi hadiah umrah,” tuturnya penuh syukur.

Dukungan dan Apresiasi dari Banyak Pihak

Kisah Cecep juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota Sukabumi. Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menyempatkan diri mengunjungi kediaman Cecep di Jalan Tipar, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang.

“Kami apresiasi tinggi terhadap Kang Cecep yang secara mandiri membersihkan masjid-masjid. Ini bentuk kesalehan sosial yang layak ditiru,” ujarnya.

Tak hanya pemerintah, Ustaz Ridwan, dai muda Sukabumi yang mengenal Cecep sejak kecil, juga turut memberikan pandangan:

“Cecep adalah contoh nyata bahwa kebaikan yang dilakukan secara ikhlas, sekecil apapun, akan mendapatkan balasan besar dari Allah. Dia bukan hanya membersihkan masjid, tapi juga menjaga kesuciannya.”

Inspirasi dari Ayah, Dukungan dari Masyarakat

Cecep menyebut bahwa inspirasinya berasal dari sang ayah yang juga dikenal sebagai penjaga masjid di Bengkulu dan pernah menerima hadiah umrah.

“Ayah saya adalah panutan. Dulu beliau juga rajin membersihkan masjid, dan saya hanya mengikuti jejaknya,” ucap Cecep.

Kini, meski akan berangkat ke Tanah Suci seorang diri, Cecep merasa bahwa ia membawa serta doa dan cinta dari banyak orang yang mendukungnya.

“Saya tidak sendirian. Doa orang-orang baik ikut menyertai saya ke sana.” katanya mantap.

Keberangkatan Sang Tamu Allah

Cecep menjadi satu dari 20 orang Indonesia yang berangkat haji melalui program undangan khusus kerajaan tahun ini, dan satu-satunya yang mewakili Sukabumi. Ia dijadwalkan berangkat dari Sukabumi menuju Bandara Soekarno-Hatta pada 29 Mei 2025.

Warganet pun merespons kisah Cecep dengan penuh haru. Tagar #CecepBerangkatHaji sempat menjadi trending dan menuai ribuan komentar doa serta dukungan.

“Tidak perlu jadi tokoh besar untuk mendapat panggilan ke Baitullah. Kadang Allah pilih mereka yang tak terlihat oleh dunia, tapi terang benderang di langit,” tulis seorang netizen.

Penutup: Jalan Ikhlas Menuju Surga

Kisah Cecep Abdullah adalah pelajaran hidup tentang kekuatan doa, ketulusan amal, dan kebesaran balasan dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang istiqamah. Ia tidak menuntut upah, tidak mencari sorotan. Namun justru dari situlah, Allah SWT mengangkat derajatnya.

“Barangsiapa memuliakan rumah Allah, niscaya Allah akan memuliakannya.”
(Ulama Salaf)

Kini, pembersih masjid yang dulu hanya membawa pel, sabun, dan semangat, akan menginjak Tanah Suci sebagai tamu istimewa Sang Pemilik Masjid.

Semoga kisah Cecep menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa jalan menuju ridha Allah terbuka lebar bagi siapa saja yang mau melangkah, walau hanya dengan sapu dan niat yang tulus.

More From Author

[HOAKS] Menkes Wajibkan Vaksin TBC untuk Penumpang Pesawat? Ini Faktanya!

Pemerintah Tetapkan Iduladha 1446 H Jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories