UMIKA.ID,- Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza dilaporkan mengalami serangan drone dan ledakan misterius di perairan internasional dekat Yunani. Meski begitu, ratusan aktivis dari berbagai negara bersumpah tidak akan mundur dari misi memecah blokade Israel atas Jalur Gaza.
Menurut laporan Associated Press (AP), aktivis di atas kapal mendengar lebih dari 13 ledakan di sekitar mereka sejak awal pekan. Sebagian besar insiden disertai gangguan komunikasi dan munculnya drone yang terbang rendah dalam interval singkat.
“Kami dikepung lebih dari 15 drone, datang silih berganti setiap beberapa menit,” ujar salah satu aktivis dalam siaran langsung yang dikutip Al Jazeera.
Italia dan Spanyol Turun Tangan
Ketegangan meningkat setelah Italia mengumumkan pengerahan kapal perang untuk mengawal flotilla. Langkah serupa juga disampaikan Spanyol, menyusul adanya warga negaranya yang ikut dalam misi kemanusiaan ini.
Reuters mencatat, keputusan dua negara Eropa itu menandai eskalasi diplomatik baru. “Kami tidak bisa berdiam diri melihat warga kami terancam di laut internasional,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez.
Israel Membantah, Tuding Flotilla untuk Hamas
Di sisi lain, pemerintah Israel menolak tuduhan terlibat dalam serangan tersebut. Militer Israel belum memberikan komentar resmi, namun Tel Aviv menegaskan tidak akan membiarkan kapal manapun menembus blokade Gaza.
Seorang juru bicara pemerintah Israel menyebut flotilla sebagai “alat propaganda” dan menudingnya berpotensi menjadi jalur logistik bagi Hamas. Israel menawarkan agar bantuan diturunkan di pelabuhan Ashkelon untuk kemudian disalurkan melalui jalur darat yang diawasi.
Bantuan Kemanusiaan atau Politik?
Global Sumud Flotilla berangkat dari Barcelona pada akhir Agustus, membawa 51 kapal kecil dengan ratusan aktivis internasional. Mereka menegaskan misi ini semata-mata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, bukan agenda politik.
Namun, sebagaimana dilaporkan The Guardian, kritik muncul bahwa misi ini berisiko tinggi dan “tidak bertanggung jawab” karena berpotensi menambah ketegangan di kawasan yang sudah rapuh.
Dukungan Dunia dan Pertaruhan Hukum Internasional
Kasus ini kembali menguji legitimasi blokade laut Israel terhadap Gaza yang sudah berlangsung lebih dari 17 tahun. PBB sebelumnya menegaskan bahwa akses kemanusiaan harus dijamin, namun di lapangan Israel tetap mempertahankan kontrol penuh.
Organisasi HAM internasional menyoroti bahwa jika benar ada serangan di laut internasional, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum laut internasional.
Pantang Mundur
Meski diterpa serangan, para aktivis menegaskan tak akan menghentikan pelayaran. “Kapal ini membawa harapan, doa, dan solidaritas untuk Gaza. Tak ada drone atau ledakan yang bisa menghentikan kami,” kata seorang relawan dalam rekaman yang viral di media sosial.
Analisis: Krisis Diplomatik yang Membayangi
Insiden Global Sumud Flotilla bukan sekadar aksi kemanusiaan, melainkan juga pertaruhan diplomasi internasional. Jika negara-negara Eropa benar-benar mengawal flotilla, maka untuk pertama kalinya Israel akan berhadapan langsung dengan kapal perang NATO di perairan internasional.
Pertanyaannya kini: apakah flotilla akan berhasil menembus blokade, atau justru berakhir menjadi krisis diplomatik besar yang menyeret banyak negara?
