UMIKA.ID, Karawang – Menjelang Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Arafah. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, terutama bagi kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Namun, berbeda halnya bagi para jamaah haji yang tengah berada di Arafah, mereka justru disunnahkan untuk tidak berpuasa.
Penetapan Hari Raya Iduladha 2025 oleh Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Iduladha 1446 H jatuh pada hari Jum’at, 6 Juli 2025. Penetapan ini diumumkan setelah sidang isbat yang digelar pada Senin malam, 27 Mei 2025 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Dengan demikian, Hari Arafah yang bertepatan dengan 9 Dzulhijjah akan jatuh pada Kamis, 5 Juli 2025, dan menjadi momen yang sangat tepat untuk menunaikan ibadah puasa sunnah.
Keutamaan Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji
Puasa Arafah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaannya dalam sebuah hadits shahih:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162)
Ini menjadi peluang emas bagi setiap muslim untuk meraih ampunan dari Allah dan membersihkan diri dari dosa.
Mengapa Jamaah Haji Tidak Dianjurkan Berpuasa di Hari Arafah?
Bagi jamaah haji yang sedang menjalani wukuf di Padang Arafah, justru dianjurkan untuk tidak berpuasa. Hal ini sesuai dengan contoh dari Rasulullah ﷺ.
Dari Ummul Fadhl Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata:
شَكَّ النَّاسُ يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ ﷺ، فَبَعَثْتُ إِلَيْهِ بِقَدَحٍ مِنْ لَبَنٍ فَشَرِبَ
“Orang-orang meragukan apakah Nabi ﷺ berpuasa pada hari Arafah atau tidak, lalu aku mengirimkan kepada beliau segelas susu saat beliau berada di Arafah, dan beliau meminumnya.”
(HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123)
Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah tidak berpuasa karena sedang melaksanakan ibadah wukuf yang memerlukan kekuatan fisik dan konsentrasi penuh.
Hari Arafah: Momentum Pengampunan dan Pembebasan dari Neraka
Hari Arafah juga dikenal sebagai hari agung, di mana Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Tidak ada satu hari pun yang Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah.”
(HR. Muslim no. 1348)
Momentum ini sangat tepat untuk memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan amal kebajikan lainnya sebagai bekal di akhirat.
Kesimpulan
Puasa Arafah pada 5 Juni 2025 menjadi kesempatan besar bagi umat Islam yang tidak berhaji untuk meraih pengampunan dan pahala berlipat. Sementara itu, bagi yang sedang menunaikan haji, beristirahat dari puasa lebih utama untuk memaksimalkan ibadah wukuf. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang mendapat keberkahan dan pembebasan dari neraka di hari mulia ini.
