Muharram : Anak Yatim Yang Mencari Perhatian

Anak yatim sering kali menghadapi tantangan yang berat dalam kehidupan mereka, salah satunya adalah stigma “nakal” yang sering dilekatkan kepada mereka. Fenomena ini bisa dipahami lebih mendalam melalui perspektif agama Islam dan psikologi, yang sama-sama menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anak yatim. Artikel ini akan membahas mengapa kebanyakan anak yatim dikenal “nakal” menurut agama Islam dan psikologi, serta bagaimana cara mengatasinya.

Perspektif Agama Islam

Dalam Islam, anak yatim mendapat perhatian khusus dan diperlakukan dengan kasih sayang dan perlindungan. Islam mengajarkan bahwa anak yatim harus diberikan perhatian ekstra karena  mereka kehilangan sosok yang seharusnya memberikan bimbingan dan dukungan utama dalam hidup mereka, yaitu orang tua, khususnya ayah. Dalil menyantuni anak yatim, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga ia dewasa.” (QS. Al-An’am: 152)

Ayat ini menekankan pentingnya menjaga dan merawat anak yatim dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Anak yatim yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang memadai cenderung mengalami ketidakstabilan emosional dan psikologis, yang bisa mempengaruhi perilaku mereka.[1]

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Aku dan orang yang mengurus anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

Hadits menyantuni anak yatim ini menekankan betapa pentingnya merawat dan menyantuni anak yatim. Namun, jika anak yatim tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang layak, mereka bisa merasa terabaikan dan tidak berharga, yang dapat mempengaruhi perilaku mereka menjadi lebih “nakal” sebagai bentuk ekspresi dari kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang. [2]

Perspektif Psikologi

Dari sudut pandang psikologi, perilaku “nakal” pada anak yatim bisa dijelaskan melalui beberapa faktor. Salah satu faktor utama adalah kehilangan figur orang tua, yang merupakan sumber utama kasih sayang, bimbingan, dan keamanan emosional. Kehilangan ini bisa menyebabkan trauma dan stres yang mendalam, mempengaruhi perkembangan emosional dan psikologis anak.

  1. Kebutuhan akan Kasih Sayang dan Perhatian: Anak yatim sering kali merindukan kasih sayang dan perhatian yang biasanya diberikan oleh orang tua. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, mereka mungkin mencari perhatian dengan cara yang negatif, seperti perilaku “nakal”.
  2. Ketidakstabilan Emosional: Kehilangan orang tua dapat menyebabkan ketidakstabilan emosional. Anak yatim mungkin mengalami perasaan sedih, marah, dan cemas yang mendalam. Tanpa bimbingan yang tepat, mereka mungkin tidak tahu bagaimana mengelola emosi ini dengan baik, yang dapat mempengaruhi perilaku mereka.
  3. Kurangnya Bimbingan dan Pengawasan: Anak yatim sering kali kekurangan bimbingan dan pengawasan yang memadai. Tanpa bimbingan yang tepat, mereka mungkin tidak memahami batasan-batasan perilaku yang diterima dalam masyarakat, yang bisa menyebabkan mereka bertindak “nakal”.
  4. Lingkungan Sosial: Lingkungan sosial juga memainkan peran penting. Anak yatim yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang mendukung, seperti panti asuhan atau keluarga besar yang kurang perhatian, mungkin lebih rentan terhadap pengaruh negatif dari teman sebaya atau lingkungan sekitar.[3]

Cara Mengatasi Stigma dan Membantu Anak Yatim

  1. Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian: Anak yatim membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang ekstra. Masyarakat dan keluarga harus berusaha untuk memberikan dukungan emosional dan perhatian yang memadai kepada anak yatim.
  2. Bimbingan dan Pengawasan: Memberikan bimbingan dan pengawasan yang baik sangat penting untuk membantu anak yatim memahami batasan-batasan perilaku yang diterima. Ini bisa dilakukan melalui pendidikan formal maupun informal.
  3. Lingkungan yang Mendukung: Menciptakan lingkungan yang mendukung dan penuh kasih sayang sangat penting untuk perkembangan emosional dan psikologis anak yatim. Panti asuhan dan keluarga angkat harus berusaha menciptakan suasana yang hangat dan mendukung.
  4. Konseling dan Dukungan Psikologis: Memberikan akses kepada konseling dan dukungan psikologis dapat membantu anak yatim mengatasi trauma dan stres yang mereka alami. Terapi dapat membantu mereka mengelola emosi dengan lebih baik dan mengembangkan keterampilan sosial yang positif.[4]

Kesimpulan

Stigma “nakal” yang sering dilekatkan kepada anak yatim bisa dipahami melalui perspektif agama Islam dan psikologi. Dalam Islam, anak yatim harus mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang ekstra, sementara dari sudut pandang psikologi, faktor-faktor seperti kebutuhan akan kasih sayang, ketidakstabilan emosional, kurangnya bimbingan, dan lingkungan sosial mempengaruhi perilaku mereka. Dengan memberikan perhatian yang tepat, bimbingan, dan dukungan emosional, stigma ini bisa diatasi, dan anak yatim bisa tumbuh menjadi individu yang sehat dan berdaya.

[1] Mardan Mahmuda, ‘Anak Yatim Sebagai Objek Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an’, Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, 1.2 (2019), 85–108 <https://doi.org/10.15548/al-hikmah.v1i2.111>.

[2] Rosmaniah Hamid, ‘Kafalah Al-Yatim Dari Perspektif Hadis Nabi’, Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 17.1 (2013), 108–22.

[3] Priyadarshini D, Sandhiya, Rathnasabapathy, ‘The Impact of Resilience among Orphans: A Review’, The International Journal of Indian Psychology, 9 (2021).

[4] Zukhrufatunnisa’, ‘Bimbingan Mental Spiritual Terhadap Perubahan Perilaku Negatif Remaja (Studi Kasus Panti Asuhan Yatim Putra Islam Yogyakarta)’, Islamic Education, 2.1 (2022), 7–13 <https://doi.org/10.57251/ie.v2i1.262>.

***

Tentang Penulis
Judul asli artikel “Muharram : Anak Yatim Yang Mencari Perhatian” ditulis oleh Ustadz A Khaerul Mu’min, M.Pd. beliau juga Konsultan Keluarga, Kesehatan dan Karir, Dosen STEI Bina Cipta Madani Karawang serta Penulis Karya Ilmiah
Bagi yang mau konsultasi keluarga, kesehatan dan karir hubungi :
Laki-laki : +62857-1513-1978
Perempuan : +62855-1777-251

More From Author

Muharram : Pesan Untuk Para Donatur Santunan Anak Yatim

Turut Belasungkawa atas Syahidnya Ismail Haniyeh, Kami Kecam Serangan Kekejaman Z1onis Isra3l

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories