NEWS.UMIKA.ID, UMIKA Media — Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 4, 6, dan 7, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyingkap kisah besar tentang perjalanan panjang Bani Israil atau bangsa Yahudi.
Kisah ini bukan sekadar sejarah, tetapi juga peringatan bagi umat manusia agar tidak mengulangi kesalahan yang sama — kesombongan, kedurhakaan, dan kezaliman terhadap sesama.
Bangsa Yahudi dikenal juga dengan sebutan Bani Israil, yaitu keturunan Nabi Ya‘qub ‘alaihissalam yang dijuluki Isra’il — artinya hamba yang dekat dengan Allah. Mereka diberi banyak nikmat: diturunkan nabi-nabi dari kalangan mereka, diberi kitab Taurat, dan diselamatkan dari kezaliman Firaun.
Namun sejarah mencatat, mereka sering menyeleweng, menolak ajaran nabi, bahkan membunuh utusan Allah. Karena itulah Allah menurunkan tiga janji besar, yang dua di antaranya sudah nyata terbukti dalam sejarah dunia.
Janji Pertama: Hukuman atas Kesombongan dan Kerusakan Pertama
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
“Dan Kami telah tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”
(QS. Al-Isra: 4)
Ayat ini menjadi peringatan pertama dari Allah bahwa Bani Israil akan melakukan dua kali kerusakan besar di bumi dan dua kali akan dihukum dengan keras.
Menurut Tafsir Ibn Katsir, “kerusakan pertama” terjadi ketika mereka menolak para nabi, mengubah hukum Taurat, dan menzalimi sesama manusia. Maka Allah menurunkan hukuman melalui “hamba-hamba yang kuat dan tangguh” — sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya (QS. Al-Isra: 5).
Sejarawan Muslim menafsirkan, kaum yang dimaksud adalah pasukan Babilonia di bawah Raja Nebukadnezar (Bukhtanashar) yang menyerbu Yerusalem sekitar tahun 586 SM.
Baitul Maqdis dihancurkan, ribuan orang Yahudi dibunuh, dan sisanya dibawa sebagai tawanan ke Babilonia. Peristiwa ini dikenal sebagai “Pengasingan Babilonia” — kehancuran pertama Bani Israil.
Mereka tercerai-berai ke berbagai penjuru dunia. Kekuasaan dan kehormatan mereka lenyap. Itulah hukuman pertama dari Allah atas kesombongan dan kerusakan mereka di bumi.
Janji Kedua: Kebangkitan Sementara dan Kejayaan Duniawi
Setelah kehancuran itu, Allah memberikan masa kebangkitan sementara bagi mereka.
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا
“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami bantu kamu dengan harta kekayaan, anak-anak (keturunan), dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar.”
(QS. Al-Isra: 6)
Ayat ini menggambarkan bahwa setelah masa keterpurukan, mereka akan bangkit kembali, diberi kekuatan ekonomi dan keturunan yang banyak.
Dan inilah yang terjadi dalam dua fase sejarah:
- Fase klasik: ketika mereka kembali ke Tanah Suci setelah diizinkan oleh Raja Persia, Cyrus Agung. Mereka membangun kembali Baitul Maqdis dan sempat hidup makmur di bawah pimpinan para ulama Yahudi.
- Fase modern: setelah ribuan tahun terusir dari Palestina, pada tahun 1948 berdirilah Negara Israel modern di Tanah Palestina — dibantu oleh negara-negara Barat.
Kebangkitan modern inilah yang diyakini banyak ulama sebagai wujud nyata dari janji kedua Allah.
Mereka kini unggul dalam bidang ekonomi, teknologi, dan militer. Hampir seluruh kekuatan dunia mendukung keberadaan mereka. Namun kebangkitan ini bukan tanda ridha Allah, melainkan ujian sementara sebelum datangnya janji ketiga — kehancuran akhir.
Janji Ketiga: Kehancuran Kedua dan Akhir dari Kezaliman
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
“Jika kamu berbuat baik, maka (kebaikan itu) untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) bagi dirimu sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, Kami datangkan orang-orang lain untuk menyuramkan muka-muka kamu, dan mereka akan memasuki masjid sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan mereka akan membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”
(QS. Al-Isra: 7)
Ayat ini berbicara tentang kehancuran kedua — hukuman akhir atas kesombongan dan kezaliman mereka.
Dalam tafsir Syaikh Abul A‘la Al-Maududi, disebutkan bahwa “janji akhir” ini akan terjadi ketika mereka kembali berbuat kerusakan di muka bumi setelah bangkitnya kekuasaan kedua. Maka Allah akan mendatangkan kaum lain untuk menghancurkan kesombongan itu.
Dalam konteks zaman modern, banyak ulama menafsirkan bahwa kerusakan kedua telah terjadi.
Kita melihat bagaimana Zionis Israel menindas rakyat Palestina, membunuh anak-anak, merampas tanah, dan menghancurkan rumah ibadah.
Inilah bentuk nyata al-fasād ats-tsānī (kerusakan kedua) yang Allah sebutkan dalam ayat.
Dan sebagaimana dua janji sebelumnya terbukti, maka janji ketiga — kehancuran mereka — pasti datang.
Banyak tanda-tandanya kini mulai terlihat: dukungan dunia terhadap Zionis mulai goyah, gerakan boikot internasional makin besar, dan perlawanan rakyat Palestina makin kuat.
Pelajaran Besar untuk Umat Islam
Kisah ini bukan sekadar tentang bangsa Yahudi, tetapi tentang sunnatullah (hukum Allah) terhadap umat manusia.
- Kesombongan menghancurkan kejayaan.
Siapa pun yang merasa lebih tinggi dari orang lain dan berbuat zalim, akan berakhir seperti Bani Israil.
Allah tidak menolong kaum yang sombong.إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23)
- Nikmat bisa berubah menjadi azab.
Ketika manusia tidak bersyukur, maka nikmat itu akan dicabut. Bani Israil pernah berjaya, tapi kesombongan membuat mereka binasa. - Kemenangan akan kembali kepada orang-orang beriman.
Allah menjanjikan bahwa pada akhirnya, kebenaranlah yang akan menang.وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu merasa lemah dan bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 139)
Penutup: Janji Allah Pasti Terjadi
Hari ini, kita menyaksikan bagaimana Zionis Israel kembali berbuat zalim. Mereka mengulangi sejarah yang sama: merasa paling mulia, menindas, dan menumpahkan darah orang tak bersalah.
Namun, sebagaimana janji Allah yang pertama dan kedua telah terbukti, janji ketiga — kehancuran mereka — pasti akan datang.
Kita sebagai umat Islam tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus memperkuat iman, menegakkan keadilan, dan berdiri bersama kebenaran.
Karena Allah menegaskan:
إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ
“Sesungguhnya janji Allah itu pasti benar.” (QS. Luqman: 33)
Dan pada akhirnya, sejarah akan berpihak kepada mereka yang beriman dan berjuang di jalan kebenaran.
Daftar Sumber & Rujukan
- Al-Qur’anul Karim, Surah Al-Isra’ ayat 4–7, Surah Ali ‘Imran ayat 139, Surah Luqman ayat 33.
- Tafsir Ibn Katsir, Juz 15: Penjelasan tentang dua kali kerusakan Bani Israil.
- Tafsir Al-Qurthubi, Jilid 10: Tafsir QS. Al-Isra ayat 4–7.
- Tafsir As-Sa‘di, ringkasan makna moral kisah Bani Israil.
- Syaikh Abul A‘la Al-Maududi, Tafhim al-Qur’an: penjelasan kebangkitan modern Bani Israil.
- Sejarah Islam dan Yahudi, karya Ahmad Shalabi, Mawsu‘ah al-Tarikh al-Islami.
- Laporan sejarah dunia tentang kehancuran Yerusalem (586 SM) dan berdirinya Israel (1948 M).
