Israel Siapkan Langkah Gulingkan Otoritas Palestina, Dunia Bereaksi Keras

UMIKA.ID, Tel Aviv Belum tuntas dengan rencana mencaplok Gaza, Israel kini menyiapkan langkah lebih jauh: menggulingkan Otoritas Palestina dan membentuk pemerintahan sipil baru tanpa campur tangan Hamas maupun PA. Keputusan ini memicu kecaman internasional, dari Berlin hingga Canberra, yang menilai langkah tersebut berpotensi memperdalam krisis kemanusiaan dan melanggar hukum internasional.

Misi dan Target Operasional

Tujuan utama adalah menghancurkan kemampuan Hamas, membebaskan sandera, dan memastikan keamanan stabil pasca-konflik. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak memiliki niat okupasi jangka panjang, namun tetap mempertahankan kendali keamanan sebelum zona sipil diserahkan ke pihak ketiga netral.

Kritik dan Tantangan Internal

Kepala Staf Angkatan Darat Israel (IDF), Eyal Zamir, memperingatkan bahwa aksi agresif tersebut bisa membahayakan nyawa sandera dan memperparah krisis kemanusiaan, karena dihitung tanpa rencana pasca-perang yang matang.

Kondisi Kemanusiaan yang Memburuk

PBB (OCHA) mengecam situasi di Gaza sebagai “kelaparan, tanpa basa-basi,” mencatat lebih dari 61.430 tewas dan 153.213 terluka sejak konflik dimulai. Pesan menyayat datang dari Save the Children yang menyoroti kematian anak-anak akibat malnutrisi, meskipun blokade sebagian dilonggarkan.

Reaksi Internasional

  • Jerman menghentikan pengiriman perlengkapan militer ke Israel sebagai bentuk protes atas rencana tersebut.
  • Australia memperingatkan potensi korban lebih banyak akibat kondisi berbukit dan sulit di Gaza; beberapa analis menyebut operasi ini bisa membawa Israel ke dalam “Vietnam lainnya”.
  • Media internasional (Financial Times) mengecam pendekatan Netanyahu sebagai “bencana,” menyoroti hilangnya kepercayaan publik dan minimnya solusi politik jangka panjang.

Kesimpulan

Rencana Israel untuk mengganti Otoritas Palestina dan mengambil alih Gaza secara langsung telah bergulir sejauh ini dengan pendekatan militer yang intens dan kontroversial. Meskipun diklaim sebagai upaya keamanan dan pembebasan sandera, rencana tersebut berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang lebih parah, memunculkan perlawanan internasional, dan memicu konflik politik internal di Israel sendiri.

Sumber/Referensi:

  1. Financial Times – Israel security cabinet approves new plan to expand control over Gaza
    https://www.ft.com/content/1253491b-1fa9-4837-8d9e-f5d45c64bb06
  2. The Guardian – UN warns Gaza faces ‘starvation, pure and simple’ as child deaths mount
    https://www.theguardian.com/world/live/2025/aug/10/israel-gaza-war-protests-aid-latest-news-updates
  3. Washington Post – Israel’s Gaza takeover plan sparks humanitarian fears
    https://www.washingtonpost.com/world/2025/08/10/israel-gaza-takeover-netanyahu

 

More From Author

SUSAH TAHajud? Coba Metode Reframe dari Rasulullah ﷺ

Eks Kapten Timnas Palestina Gugur Ditembak Saat Antre Bantuan Makanan di Gaza

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories