Ustaz Abdul Somad Serukan Boikot Produk Pendukung Zionis: “Jangan Beli Peluru untuk Membunuh Warga Palestina”

UMIKA.ID, Jakarta – Seruan lantang kembali datang dari pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait isu kemanusiaan di Palestina. Dalam sebuah kajian yang viral di media sosial, UAS menyerukan kepada umat Islam agar tidak membeli produk-produk yang dapat berkontribusi terhadap pembunuhan warga sipil di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.

“Kalau kamu beli barang yang dari uangnya dibuat peluru untuk menembak orang Palestina, berarti kamu beli peluru yang membunuh saudara-saudaramu sendiri,” ujar UAS dalam tausiyahnya yang disiarkan melalui kanal daring.

Seruan ini bukan kali pertama dilontarkan UAS. Ia konsisten menggaungkan pentingnya kesadaran umat dalam memilih produk dan menunjukkan solidaritas kepada warga Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel.

Boikot Ekonomi sebagai Bentuk Perlawanan Sipil

Dalam ceramahnya, UAS menegaskan bahwa boikot produk-produk yang terafiliasi dengan entitas Zionis adalah bentuk nyata jihad ekonomi yang bisa dilakukan oleh masyarakat awam. Ia menyoroti beberapa merek internasional yang ditengarai menyumbang secara langsung atau tidak langsung terhadap rezim penjajahan Israel.

“Kita mungkin tidak bisa angkat senjata, tapi jangan sampai tangan kita yang membiayai peluru itu,” ujarnya.

Menurut UAS, kekuatan umat terletak pada kesadaran kolektif dalam menyalurkan uangnya secara bertanggung jawab. Ia menilai, selama masyarakat terus membeli produk-produk dari perusahaan yang mendukung penjajahan, maka kekejaman terhadap rakyat Palestina akan terus berulang.

Respons Masyarakat dan Tokoh Lainnya

Seruan UAS ini mendapat respons beragam dari masyarakat. Banyak netizen dan aktivis pro-Palestina menyambut baik pernyataan tersebut dan membagikan ulang potongan video ceramahnya. Sejumlah lembaga kemanusiaan juga mengapresiasi sikap UAS sebagai bentuk advokasi publik yang konsisten dalam isu Palestina.

Tokoh-tokoh lain seperti Dr. Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Umum Majelis Ulama Asia Tenggara, juga sebelumnya mengingatkan umat Islam agar tidak berkontribusi dalam ekonomi zionis. Ia menyebutkan bahwa boikot adalah alat perlawanan non-kekerasan yang terbukti berdampak.

Fakta Konflik dan Dukungan Internasional

Sejak Oktober 2023, lebih dari 37.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza, termasuk ribuan perempuan dan anak-anak. Infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid juga menjadi sasaran serangan.

Di tengah lemahnya tekanan internasional terhadap Israel, gerakan boikot terhadap produk pendukung zionisme menjadi alternatif yang terus digaungkan oleh berbagai komunitas, termasuk kalangan pesantren, ormas Islam, dan kampus-kampus di Indonesia.

UAS: Ini Bukan Sekadar Isu Politik, Tapi Kemanusiaan

Dalam penutup ceramahnya, UAS menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan semata-mata karena kesamaan agama, tetapi karena tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat yang tidak berdaya. Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat kesadaran sosial dan keberpihakan terhadap keadilan global.

“Ini bukan hanya soal Islam. Ini soal anak-anak, perempuan, dan warga sipil yang dibantai. Kalau kita masih punya hati, maka kita akan peduli,” tegas UAS.

Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan berbagai sumber, termasuk pernyataan publik Ustaz Abdul Somad dan laporan media terpercaya seperti Arrahmah.id serta data dari organisasi kemanusiaan internasional.

Apabila Anda memiliki informasi tambahan atau ingin mengoreksi data dalam artikel ini, silakan hubungi redaksi melalui email: redaksi@umika.id

More From Author

Rayyan Abdul Karim Harumkan Nama Indonesia, Raih Emas Panahan Berkuda di Hungaria

Indonesia Umumkan Pengiriman 10 Ribu Ton Beras untuk Gaza dalam Aksi Akbar Solidaritas Palestina

Background Latar 1 Background Latar 2 Background Latar 3 Background Latar 4

Jadwal Sholat

Memuat jadwal...

Categories

Categories